Fakultas Pertanian UNAYA Serahkan "Rumoh Tani" Kepada Gampong Baro
- 25 Feb 2026 00:53 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Langsa Lama, – Fakultas Pertanian Universitas Abulyatama (UNAYA) secara resmi menyerahkan Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) “Rumoh Tani” kepada masyarakat Gampong Baro, Kecamatan Langsa Lama, Selasa 24 februari 2026.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam skema Program Mahasiswa Berdampak (PMB) Tahun 2026 yang didukung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek), serta menjadi bagian dari program pemulihan pasca bencana guna memperkuat kembali ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat selaras dengan Asta Cita dan SDGs Presiden RI.
Acara tersebut mendapat dukungan penuh dari Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S. Putra, S.E. Sambutan Wali Kota diwakilkan oleh Camat Langsa Lama, Yundi Mauliza, S.STP., M.M. Menurutnya program ini merupakan langkah strategis untuk mempercepat pemulihan sektor pertanian masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi,
“Pemulihan pasca bencana tidak hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga pada penguatan ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat. Inovasi Rumoh Tani menjadi solusi nyata yang patut diapresiasi,” ujar Camat saat membacakan sambutan Wali Kota.

Geuchik Gampong Baro, Elsa Asrina Poetry, S.IP, menyampaikan bahwa program ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat dalam membangun kembali aktivitas pertanian yang sempat terdampak. Ia berharap keberadaan Rumoh Tani menjadi pusat edukasi dan produksi yang berkelanjutan untuk kelompok masyarakat baik pedagang maupun petani.
Selain itu, Ketua LPPM Unaya, Ade Irfan, M.Pd, menjelaskan bahwa pendekatan teknologi yang diberikan Tim Dosen PKM dan Mahasiswa BEM-FP yang digunakan tidak hanya bersifat bantuan fisik, tetapi juga pendampingan intensif kepada masyarakat agar mampu mengelola sistem pertanian modern secara mandiri.

Dekan Fakultas Pertanian Unaya, Dr. Rahmah Hayati, M.Agr, menerangkan bahwa Rumoh Tani terdiri dari beberapa unit inovasi, yaitu rumoh jamur, hidroponik sistem rakit apung, aquaponik, serta raised garden bed.
"Model pertanian terpadu ini dirancang untuk memaksimalkan lahan terbatas, hemat air, dan adaptif terhadap kondisi lingkungan pasca bencana, " kata dia.
Sementara itu Ketua BEM Fakultas Pertanian, Muhammad Ikbal menambahkan “melalui Program Mahasiswa Berdampak 2026, Organisasi BEM-FP berhasil memberikan inovasi nyata yang tidak berhenti pada tahap seremonial. " Ini akan berkelanjutan dan memberikan dampak sustainable agriculture,” terangnya.
Fakultas Pertanian Universitas Abulyatama berkomitmen untuk terus mendukung pemulihan dan pembangunan pertanian masyarakat secara inovatif, kolaboratif, dan berkelanjutan di wilayah Langsa Lama.