USK Soroti Tantangan Pengelolaan Sampah di Kota Banda Aceh
- 20 Feb 2026 07:11 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Pengelolaan sampah perkotaan dinilai belum optimal meski pemerintah telah menunjukkan komitmen kuat. Kesadaran masyarakat menjadi tantangan utama dalam mewujudkan kota yang bersih dan berkelanjutan. Hal itu disampaikan Dr. Rini Safitri, M.Si, dosen Universitas Syiah Kuala dalam Dialog Green Radio RRI Banda Aceh Sabtu 14 Februari 2026. Ia menilai kebijakan sudah berjalan, namun pelaksanaannya belum maksimal.
Menurutnya, Kota Banda Aceh termasuk daerah yang rutin meraih penghargaan Adipura. Namun, penghargaan tersebut harus dibarengi perubahan perilaku masyarakat. Ia menegaskan persoalan terbesar bukan pada kebijakan. Tantangan justru terletak pada kebiasaan warga yang belum disiplin memilah sampah.
Rini menjelaskan langkah paling sederhana adalah memisahkan sampah organik dan anorganik di rumah. Pemilahan sejak awal akan sangat membantu proses pengelolaan selanjutnya. Ia menambahkan konsep 3R, yakni reduce, reuse, dan recycle harus diterapkan konsisten. Pengurangan penggunaan plastik menjadi langkah awal yang efektif.
Menurutnya, pengelolaan sampah berbasis teknologi masih terbatas di Indonesia. Beberapa kota besar mulai mengembangkan energi dari sampah, namun belum merata. Ia menilai pengawasan dan edukasi perlu diperkuat hingga tingkat gampong. Tanpa partisipasi masyarakat, kebijakan pemerintah tidak akan berjalan maksimal.
Rini berharap generasi muda mengambil peran aktif menjaga lingkungan. Kesadaran kolektif menjadi kunci menghadapi krisis sampah perkotaan.