Cuaca Panas Meningkat, Aceh Barat Waspadai Kebakaran Hutan

  • 27 Jan 2026 16:29 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh -Cuaca panas yang melanda wilayah Aceh dalam beberapa hari terakhir meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di Kabupaten Aceh Barat. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berisiko memicu kebakaran.

Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh, Anang Heryanto, M.Si, mengatakan peningkatan suhu udara disertai minimnya curah hujan menjadi faktor utama meningkatnya kerawanan kebakaran. Kondisi tersebut menyebabkan vegetasi menjadi lebih kering dan mudah terbakar.

“Berdasarkan pemantauan kami, suhu udara di beberapa wilayah Aceh, termasuk Aceh Barat, mengalami peningkatan. Dalam kondisi ini, bahan-bahan mudah terbakar di alam seperti rumput dan semak menjadi sangat rentan,” ujar Anang dalam Siaran Tanggap Bencana RRI Banda Aceh, Selasa (27/1/2026).

Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh, Anang Heryanto, M.Si, dan Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Aceh Barat, Teuku Ronald Nehdiansyah, S.P., M.I.L, dalam Siaran Tanggap Bencana RRI Banda Aceh, Selasa (27/1).      Foto : RRI/Lis


Anang menjelaskan, cuaca panas diperkirakan masih berpotensi terjadi dalam beberapa waktu ke depan. Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran terbuka, baik untuk membuka lahan maupun membakar sampah, terutama di area perkebunan dan hutan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Aceh Barat, Teuku Ronald Nehdiansyah, S.P., M.I.L., menegaskan bahwa pihaknya telah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan. BPBD terus berkoordinasi dengan unsur terkait serta aparat gampong untuk memperkuat upaya pencegahan.

“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Satu percikan api saja dalam kondisi cuaca panas bisa berkembang menjadi kebakaran besar,” kata Ronald.

Ia menambahkan, BPBD Aceh Barat juga telah menyiagakan personel dan peralatan, serta memperkuat patroli di wilayah-wilayah yang dinilai rawan karhutla. Edukasi kepada masyarakat terus dilakukan agar kesadaran kolektif dalam mencegah kebakaran semakin meningkat.

Menurut Ronald, peran aktif masyarakat sangat menentukan dalam menekan risiko kebakaran hutan dan lahan. Laporan dini dari warga jika melihat titik api atau asap dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.

Baik BMKG maupun BPBD berharap sinergi antara pemerintah dan masyarakat dapat mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Aceh Barat, sehingga dampak lingkungan, kesehatan, dan sosial ekonomi dapat dihindari.

 

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....