Dishub Aceh: Mudik Darat Sepi, Penerbangan Justru Ramai

  • 15 Apr 2025 18:48 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN, Banda Aceh: Dinas Perhubungan Aceh mencatat tren arus mudik dan balik Lebaran Idulfitri 1446 H tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun sebelumnya diperkirakan akan terjadi lonjakan, evaluasi sementara menunjukkan bahwa pergerakan penumpang di jalur darat justru tidak setinggi yang diprediksi.

“Prediksi kami awalnya akan ada peningkatan signifikan, tapi data sementara hingga 10 April menunjukkan justru ada penurunan dibanding tahun lalu,” ujar Deddy Lesmana, Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dishub Aceh, dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh, Senin (14/4/2025).

Dishub Aceh juga mencatat fenomena yang tak terduga dalam arus mudik tahun ini: moda transportasi darat antar kota dan antar provinsi justru tidak seramai yang diperkirakan. Banyak kursi bus antarkota masih kosong hingga H-2 Lebaran.

“Waktu kami diskusi dengan Organda, tanggal 25 itu ternyata masih sepi penumpang. Padahal kami prediksi puncak arus mudik terjadi 27–28 Maret,” ujar Deddy.

Namun, lonjakan justru terjadi pada program mudik gratis yang digagas Pemerintah Aceh bersama BUMN, BUMD, dan swasta. Kuota sebanyak 1.000 tiket habis hanya dalam tiga jam setelah pendaftaran dibuka.

“Ini bisa jadi indikator bahwa faktor ekonomi masih berpengaruh besar terhadap keputusan masyarakat untuk mudik,” tambah Deddy.

Dia menyebutkan, meskipun evaluasi menyeluruh masih berlangsung, tren penurunan sudah terlihat. Namun demikian, beberapa titik kemacetan tetap menjadi perhatian utama selama masa mudik, khususnya di jalur lintas barat selatan dan timur Aceh.

Dishub Aceh bersama pihak terkait telah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi dampak kemacetan, terutama di wilayah padat seperti Takengon dan Bireuen. Langkah-langkah tersebut meliputi penempatan personel di lapangan, rekayasa arus lalu lintas di dalam kota, serta kesiagaan posko dan peralatan darurat.

“Tidak mungkin kita bisa menghilangkan kemacetan sepenuhnya, karena kapasitas jalan terbatas sementara volume kendaraan meningkat drastis,” kata Deddy. “Tapi kami upayakan yang terbaik agar lalu lintas tetap terkendali.”

Rekomendasi Berita