FBA Perkuat Mitigasi Bencana Warga Lhoknga dan Simpang Tiga

  • 30 Sep 2026 13:54 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh – Forum Bangun Aceh (FBA) memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana melalui Workshop Kajian Risiko Bencana dan Penyusunan Rencana Kontingensi Gampong bertema “Menuju Aceh Besar Inklusif Disabilitas dan Tangguh Bencana”.

Kegiatan berlangsung di Hotel Meinhem SMK 3 Banda Aceh, Lhong Raya, Selasa (29/9/2026), dan dibuka Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Besar, Ridwan Jamil, S.Sos., M.Si.

Workshop diikuti puluhan peserta yang merupakan perwakilan perangkat gampong dan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, dari Desa Lampaya dan Meunasah Baro Lamlhom, Kecamatan Lhoknga, serta Desa Bha Ulee Tutu, Kecamatan Simpang Tiga.

Direktur Eksekutif FBA, Syaifullah Muhammad, mengatakan edukasi mitigasi bencana penting terus dilakukan agar masyarakat memiliki kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana.

“Pengetahuan mitigasi bencana harus selalu disampaikan agar masyarakat lebih siap saat terjadi bencana,” ujarnya.

Menurut Syaifullah, masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana pada dasarnya telah memiliki pengetahuan yang diwariskan secara turun-temurun. Namun, pengetahuan tersebut perlu diperkuat dengan pendekatan mitigasi yang sesuai dengan kondisi saat ini.

Ia berharap workshop tersebut dapat memberikan pengetahuan yang maksimal kepada masyarakat Aceh Besar sehingga lebih siap menghadapi berbagai ancaman bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Sementara itu, Kalak BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil, mengapresiasi program FBA dalam memperkuat ketangguhan masyarakat, baik melalui pemberdayaan ekonomi, pendidikan maupun edukasi kebencanaan.

“Upaya edukasi dan pemberdayaan masyarakat bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi tanggung jawab kita semua. Ketangguhan masyarakat adalah tanggung jawab bersama,” katanya.

Ridwan berharap ke depan semakin banyak program pemberdayaan dan edukasi yang menyasar masyarakat hingga ke tingkat gampong. Ia juga menyebut Pemkab Aceh Besar terus melibatkan berbagai pihak, termasuk kelompok disabilitas, dalam proses pengambilan kebijakan.

“Semoga ke depan lebih banyak hadir relawan dan pekerja sosial yang mau turun ke desa-desa untuk mengedukasi dan memitigasi masyarakat, sehingga masyarakat di desa-desa lebih terlindungi dari marabahaya,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Ridwan Jamil juga menjadi salah satu pemateri yang menyampaikan materi terkait mitigasi dan kebencanaan.

Sebelumnya, FBA bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Besar juga menggelar Workshop Pemetaan Kebijakan bertema “Menuju Aceh Besar yang Inklusif Disabilitas dan Tangguh Bencana” di Hotel The Pade, Kamis (10/9/2026).

Kegiatan tersebut dibuka Wakil Bupati Aceh Besar, Syukri A. Jalil, dan dihadiri sejumlah pejabat perangkat daerah terkait.

FBA telah bekerja di Aceh sejak 2005 dengan fokus pada bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Sejak 2017, isu disabilitas menjadi salah satu fokus utama dalam proyek pembangunan yang dilaksanakan FBA.

Dalam menjalankan program di Aceh, FBA bekerja sama dengan CBM Global dengan dukungan pendanaan Australian Aid melalui Australian NGO Cooperation Program (ANCP). Kabupaten Aceh Besar menjadi salah satu wilayah kerja utama FBA.

Untuk periode 2025–2028, terdapat tiga komponen proyek utama yang dijalankan FBA di Aceh Besar dengan fokus wilayah di Kecamatan Lhoknga dan Simpang Tiga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....