BGN Perkuat Standardisasi SPPG dan Keamanan Pangan MBG 2027

  • 03 Sep 2026 23:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BGN mengalokasikan anggaran non-MBG sebesar Rp373,3 miliar untuk peningkatan kapasitas petugas dan rantai pasok.
  • Program Makan Bergizi Gratis 2027 menargetkan sebanyak 72.464.886 penerima manfaat di seluruh Indonesia.
  • Badan Gizi Nasional memperkuat standardisasi dapur SPPG untuk menjamin keamanan pangan program MBG 2027.

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) memperkuat standardisasi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penyelenggaraan program 2027. Langkah teknis tersebut disiapkan untuk mendukung layanan Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi 72.464.886 penerima manfaat.

BGN mengalokasikan anggaran kegiatan non-MBG sebesar Rp373,3 miliar guna memperkuat pemantauan mutu pangan. Rencana kerja anggaran tersebut dipaparkan dalam rapat bersama Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat pada Kamis, 3 September 2026.

Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono menjelaskan pentingnya penguatan kapasitas seluruh petugas penjamah makanan tersebut. Penerima manfaat mencakup 60.599.777 peserta didik serta 11.865.109 ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

“BGN membangun bukan hanya program pemberian makanan, tetapi ekosistem pemenuhan gizi nasional,” kata Sudaryono.

Dukungan anggaran non-MBG juga menyasar pengembangan sistem informasi serta kegiatan promosi dan edukasi gizi. Penguatan rantai pasok bahan pangan berkualitas dilaksanakan guna menjamin kelancaran distribusi di seluruh wilayah.

BGN memperluas kerja sama kemitraan dan pemberdayaan masyarakat untuk memperkuat pengawasan mutu secara berkala. Tata kelola kelembagaan terus ditingkatkan secara optimal demi memastikan penyelenggaraan program pemenuhan gizi berjalan baik.

Sudaryono menegaskan bahwa seluruh alokasi anggaran disusun untuk menjaga keberlanjutan dan optimalisasi layanan gizi. Penerapan standar operasional secara ketat menjadi prioritas utama dalam menjaga mutu pelaksanaan program wilayah.

“Dengan kata lain, BGN membangun bukan hanya program pemberian makanan, tetapi ekosistem pemenuhan gizi nasional,” ujarnya.

Penguatan seluruh komponen ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat penerima manfaat secara terukur. BGN berkomitmen penuh menjalankan program pemenuhan gizi nasional secara terintegrasi dan akuntabel hingga 2027.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....