Pemerintah: Waktu Tempuh Arus Mudik Lebaran 2026 Lebih Singkat

  • 02 Apr 2026 16:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah menyatakan arus mudik dan balik Lebaran 2026 berjalan lebih lancar dibandingkan tahun sebelumnya.
  • Data PT Jasa Marga (Persero) Tbk menunjukkan waktu tempuh puncak perjalanan dari Cawang menuju Banyumanik tercatat sekitar 5 jam 46 menit saat arus mudik.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah menyatakan arus mudik dan balik Lebaran 2026 berjalan lebih lancar dibandingkan tahun sebelumnya. Perbaikan kondisi lalu lintas terutama terlihat di ruas Tol Trans Jawa yang menjadi jalur utama mobilitas masyarakat.

Data PT Jasa Marga (Persero) Tbk menunjukkan waktu tempuh puncak perjalanan dari Cawang menuju Banyumanik tercatat sekitar 5 jam 46 menit saat arus mudik. Sementara pada arus balik, waktu tempuh puncak tercatat sekitar 5 jam 12 menit.

“Kalau saya boleh jujur, memang sepintas kalau saya melihatnya lebih baik daripada tahun lalu (2025),” kata Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo di Jakarta, Kamis 2 April 2026. Menurutnya, kelancaran arus kendaraan tidak lepas dari dukungan sistem pemantauan lalu lintas berbasis teknologi yang digunakan badan usaha jalan tol.

Ia menyebut, penggunaan CCTV, radar, serta pemantauan kendaraan secara real time membantu pengambilan keputusan cepat di lapangan. “Sehingga arus pergerakan mobil itu bisa terdeteksi dengan mudah dan menjadi bahan bagi semua pihak untuk mengambil kebijakan,” ujarnya.

Berdasarkan data transaksi kendaraan, rata-rata perjalanan dari Cikatama menuju Kalikangkung mencapai sekitar 7,4 jam, dengan median sekitar 6,6 jam. Kementerian PU juga mencatat kecepatan rata-rata kendaraan masih berada di atas standar pelayanan minimum (SPM) 60 km per jam.

Pada puncak mudik, kecepatan rata-rata mencapai 73,8 km per jam. Sedangkan saat arus balik meningkat menjadi 83,7 km per jam.

Meski secara umum lancar, Dody mengakui masih ada titik kemacetan akibat kepadatan lalu lintas. Terutama di sekitar rest area.

Salah satu titik perhatian berada di kawasan Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek. Di mana, kawasan ini menyebabkan perlambatan arus kendaraan di sekitar ruas layang MBZ atau Jalan Tol Layang Sheikh Mohammed bin Zayed.

“Memang ada sedikit kemacetan di MBZ. Itu lebih disebabkan karena di rest area KM 57,” katanya.

Secara keseluruhan, pemerintah menilai kondisi arus mudik dan balik Lebaran 2026 tetap terkendali. Kementerian PU akan terus melakukan evaluasi bersama para pemangku kepentingan guna meningkatkan kualitas layanan infrastruktur jalan pada periode libur mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....