Penjualan Tiket Kereta Api Selama Lebaran 2026 Mencapai Lima Juta

  • 01 Apr 2026 23:47 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PT Kereta Api Indonesia berhasil menjual sebanyak 5.048.200 tiket kereta api sepanjang periode masa angkutan lebaran tahun 2026.
  • Arus balik transportasi kereta api jarak jauh menunjukkan tren kepadatan tinggi dengan persentase keterisian bangku mencapai 98,8 persen.
  • KAI memastikan seluruh perjalanan armada beroperasi dengan mengutamakan standar keselamatan serta ketepatan waktu guna melayani seluruh mobilitas penumpang.

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat total penjualan tiket angkutan lebaran sudah mencapai 5.048.200 unit. Perolehan ini merupakan hasil akumulasi data dari tanggal 11 Maret sampai Rabu, 1 April 2026, pukul 10.00 WIB.

KAI menyampaikan jumlah transaksi tersebut menunjukkan persentase tingkat keterisian penumpang sangat tinggi hingga 112,2 persen. Lonjakan signifikan tersebut berasal dari perjalanan kereta api jarak jauh yang mampu melayani empat juta orang lebih.

KAI mencatat perjalanan kereta api jarak jauh telah mengangkut 4.220.296 penumpang dengan tingkat keterisian 118,2 persen. Sementara itu armada kereta lokal melayani 827.904 orang pada berbagai wilayah daerah operasi selama masa libur nasional.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan pola mobilitas masyarakat cenderung mulai merata sepanjang periode masa angkutan. Dia menyatakan tren pergerakan arus balik saat ini terpantau masih sangat padat melalui berbagai stasiun besar seluruh Indonesia.

“Sejak pertengahan Maret, volume pelanggan terus meningkat dan tetap tinggi hingga fase arus balik. Kereta api menjadi pilihan karena kepastian jadwal dan kenyamanan perjalanan,” ujar Anne, Rabu.

Arus balik jarak jauh pada 31 Maret 2026 mencapai 159.105 pelanggan dengan persentase okupansi bangku sebesar 98,8 persen. KAI memproyeksikan angka pemesanan tiket masih bisa bertambah sampai waktu hari berganti pada malam nanti.

Puncak arus mudik terlihat jelas melalui volume keberangkatan penumpang tertinggi yang terjadi pada 23-24 Maret. Sebanyak 250.650 orang terpantau melakukan perjalanan dalam sehari guna merayakan momen libur lebaran pada kediaman masing-masing di desa.

Pihak manajemen senantiasa menjamin aspek operasional armada dapat berlangsung sesuai dengan standar keselamatan dan tingkat ketepatan waktu tinggi. Keberhasilan tersebut mendapatkan dukungan penuh dari kesiapan sarana maupun prasarana fisik kereta yang ada pada jalur lintas utama.

Pemanfaatan berbagai aplikasi digital mampu mempermudah akses layanan para pengguna setia moda transportasi kereta api dalam melakukan pemesanan. Sistem itu membuat proses keberangkatan calon penumpang stasiun tujuan menjadi lebih efisien tanpa perlu mengantre lama secara fisik.

Penjualan tiket yang melebihi kapasitas total disebabkan oleh aktivitas turun naik penumpang pada stasiun perantara sepanjang perjalanan kereta. Kondisi itu memungkinkan sebuah kursi tunggal dapat ditempati oleh dua orang berbeda dalam satu rangkaian jadwal keberangkatan tertentu.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat yang telah memilih kereta api selama Angkutan Lebaran 2026. KAI akan terus menjaga konsistensi layanan serta melakukan peningkatan agar perjalanan pelanggan tetap aman, nyaman, dan tepat waktu,” kata Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....