Pengguna Angkutan Umum Tembus 23 Juta Pada Periode Mudik 2026, Naik 10,87 Persen

  • 30 Mar 2026 05:03 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Penggunaan angkutan umum pada periode angkutan lebaran 2026 atau mudik 2026 mencapai 23,54 juta penumpang
  • Jumlah pengguna angkutan umum pada periode angkutan lebaran 2026 meningkat sebanyak 10,87 persen dibandingkan tahun 2025 lalu

RRI.CO.ID, Jakarta- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat sebanyak 23,54 juta orang menggunakan angkutan umum pada periode mudik lebaran tahun 2026. Angka ini naik sebesar 10,87 persen dari tahun 2025 lalu yang hanya 21,23 juta orang.

Adapun rinciannya, pengguna moda transportasi jalan sebanyak 3,89 juta penumpang. Mengalami kenaikan sebesar 11,64 persen dibandingkan 2025 yaitu 3,49 juta penumpang.

Untuk moda angkutan laut sebanyak penumpang mencapai 2,02 Juta penumpang. Mengalami kenaikan sebesar 9,86% dibandingkan 2025 yaitu 1,84 Juta Penumpang.

Sedangkan moda angkutan udara jumlah penumpang mencapai 4,77 juta penumpang. Mengalami kenaikan sebesar 6,97% dibandingkan 2025 yaitu 4,47 juta penumpang.

Sementara moda kereta api penumpang tembus 7,31 juta penumpang. Mengalami kenaikan sebesar 10,13% dibandingkan 2025 yaitu 6,64 juta penumpang.

"Untuk moda penyeberangan jumlah penumpang sebanyak 5,52 juta penumpang. Mengalami kenaikan sebesar 15,36% dibandingkan 2025 yaitu 4,79 juta penumpang," kata Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Senin, 30 Maret 2026.

Sementara dari sisi keselamatan, jumlah kejadian kecelakaan berdasarkan data Polri sebanyak 3.517 pada periode angkutan lebaran 2026 ini. Mengalami penurunan sebesar 6,31% dibandingkan tahun sebelumnya dengan total 3.754 kejadian.

Fatalitas kecelakaan pun mengalami penurunan sebesar 31,19% dibandingkan dengan tahun sebelumnya, dengan jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan sebanyak 300 jiwa. Sedangkan pada angkutan lebaran 2025 jumlahnya mencapai 436 jiwa.

"Capaian ini patut kita syukuri, namun juga harus kita jadikan sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan kedepan. Saya ingin menekankan kembali bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap penyelenggaraan transportasi," katanya.

Ia mengatakan, tidak boleh ada kompromi dalam aspek kelaikan sarana, kesiapan prasarana. Termasuk kepatuhan terhadap standar operasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....