Jaringan Internet di Bakauheni Stabil selama Arus Balik Lebaran
- 28 Mar 2026 06:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Angga Raka Prabowo memastikan kondisi jaringan telekomunikasi selama arus balik Lebaran 2026 stabil.
- Jaringan internet di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, yang sempat terjadi penurunan kecepatan akibat lonjakan trafik pengguna.
RRI.CO.ID, Lampung - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Angga Raka Prabowo memastikan kondisi jaringan telekomunikasi selama arus balik Lebaran 2026 stabil. Termasuk di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, yang sempat terjadi penurunan kecepatan akibat lonjakan trafik pengguna.
“Hari ini kami memantau langsung perkembangan arus balik di lapangan," kata Angga Raka Prabowo saat diwawancarai di Terminal Pelabuhan Bakauheni, Jumat 27 Maret 2026. "Memang pada momen tertentu bandwidth sempat turun sehingga kecepatan akses dirasakan melambat oleh masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, kesiapan jaringan telekomunikasi menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran arus balik. Jaringan yang stabil dinilai membantu penumpang tetap terhubung sekaligus meminimalkan risiko gangguan layanan di tengah peningkatan trafik.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kualitas layanan internet di titik-titik penting berada dalam kondisi baik. Di Terminal Pelabuhan Bakauheni, kecepatan internet tercatat stabil pada kisaran 30–37 Mbps yang dinilai memadai untuk mendukung aktivitas digital para penumpang.
Selain itu, hasil pemantauan spektrum frekuensi juga menunjukkan kondisi aman. Selama masa posko, tidak ditemukan gangguan interferensi.
Petugas infrastruktur digital pun disiagakan penuh. Hal ini dilakukan untuk memastikan layanan tetap berjalan normal.
“Dari hasil pengecekan di Pelabuhan Bakauheni, seluruh kendala yang dilaporkan sudah diselesaikan. Secara umum layanan kembali normal. Masyarakat juga menyampaikan bahwa kondisi jaringan relatif baik dan aman digunakan,” kata Angga.
Pemerintah turut menurunkan tim monitoring ke lapangan serta mengoperasikan kendaraan mobile monitoring di sejumlah titik strategis. Armada tersebut beroperasi selama 24 jam dan dijadwalkan siaga hingga 29 Maret 2026.
Ia menjelaskan, pengawasan dilakukan di sekitar 10 kota besar untuk memastikan kualitas komunikasi tetap terjaga. Termasuk pengawasan penggunaan spektrum frekuensi dan jaringan radio.
“Kami akan terus memperkuat pengawasan guna menjaga kualitas konektivitas selama periode arus balik,” ujarnya. Angga juga mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati selama perjalanan dan memanfaatkan layanan komunikasi secara bijak.
Ia menegaskan masyarakat dapat melaporkan kendala layanan jika terjadi masalah. Agar segera ditindaklanjuti petugas yang bersiaga sepanjang waktu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....