Arus Balik Lebaran 2026, BNPB Waspadai Genangan Air di Jalur Selatan Jawa
- 26 Mar 2026 20:47 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprediksi genangan air di jalur selatan Jawa serta longsor di jalur pegunungan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
- Jalur Pantura berpotensi padat, sementara penyeberangan Banten hingga Ketapang–Gilimanuk dipantau ketat untuk antisipasi cuaca ekstrem.
- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta pemudik waspada cuaca ekstrem, memastikan kendaraan laik, dan berkendara lebih hati-hati saat hujan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprediksi potensi genangan air di sejumlah ruas jalan utama arus balik mudik Lebaran. Terutama di jalur selatan Pulau Jawa, yang dipicu oleh intensitas hujan yang masih cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir.
PLT Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Pangarso Suryotomo mengingatkan adanya potensi longsor di jalur tengah yang melintasi wilayah pegunungan. Diantaranya Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.
"Akan terdapat potensi longsor dan gelombang tinggi. Selain itu, jalur tengah wilayah pegunungan, baik di Jawa Barat, Jawa Tengah, maupun Jawa Timur, juga rawan longsor," katanya dalam wawancara bersama PRO3 RRI, Kamis, 26 Maret 2026.
Lebih lanjut, di jalur Pantura, potensi kepadatan kendaraan di kawasan wisata juga dinilai dapat meningkatkan risiko gangguan perjalanan. Oleh karena itu, pemudik diimbau untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca dan situasi di lapangan.
BNPB turut memantau kondisi di titik penyeberangan utama, seperti pelabuhan di Banten serta Ketapang–Gilimanuk yang menghubungkan Jawa–Bali. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kelancaran arus balik serta mengantisipasi dampak cuaca ekstrem.
Ia menegaskan, wilayah Pulau Jawa masih menjadi fokus utama dalam pemantauan potensi bencana selama arus balik Lebaran 2026. Masyarakat diimbau terus mengikuti informasi resmi dan mengutamakan keselamatan dalam perjalanan.
"Kami juga memantau daerah penyeberangan di sejumlah pelabuhan, seperti di Banten, Ketapang–Gilimanuk, serta Banyuwangi hingga Bali. Wilayah Jawa masih menjadi konsentrasi utama dalam pemantauan potensi bencana," ujarnya.
Sementara itu, BMKG mengimbau pemudik meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem saat arus balik Lebaran 2026. Demikian disampaikan oleh Prakirawan Cuaca Badan Meteorologi, Klematologi dan Geofisika (BMKG), Nur Rahmat Jatmiko.
Ia meminta agar masyarakat memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik sebelum berangkat. Selain itu, pengendara diimbau untuk mengurangi kecepatan saat hujan lebat karena berisiko tinggi terhadap keselamatan perjalanan.
"Imbawan kepada para pemudik dalam perjalanan nanti akan menghadapi cuaca ekstrim sehingga harus diantisipasi. Pastikan kondisi kendaraan cukup baik," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....