Sejumlah Mobil Pemudik Tersesat di Persawahan Diduga Ikuti Arahan Navigasi

  • 26 Mar 2026 13:43 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sejumlah mobil pemudik dilaporkan tersesat ke area persawahan di wilayah Purwomartani, Sleman, DI Yogyakarta
  • Peristiwa ini diduga terjadi setelah mereka mengikuti arahan navigasi aplikasi Google Maps
  • Dalam rekaman video yang diunggah akun TikTok @Mamiazka9, terlihat deretan mobil mengular di tengah area persawahan dan tampak terjebak di jalan tanah dengan hamparan padi serta rumah warga di sekitarnya

RRI.CO.ID, Sleman - Sejumlah mobil pemudik dilaporkan tersesat ke area persawahan di wilayah Purwomartani, Sleman, DI Yogyakarta. Peristiwa ini diduga terjadi setelah mereka mengikuti arahan navigasi aplikasi Google Maps.

Kejadian tersebut menarik perhatian warga setempat karena antrean kendaraan memadati jalur sempit perkampungan. Kondisi ini juga menyebabkan kebingungan baik bagi pemudik maupun masyarakat sekitar yang menyaksikan langsung peristiwa tersebut.

Dalam rekaman video yang diunggah akun TikTok @Mamiazka9, terlihat deretan mobil mengular di tengah area persawahan. Deretan kendaraan tampak terjebak di jalan tanah dengan hamparan padi serta rumah warga di sekitarnya.

Unggahan tersebut juga disertai keterangan yang menyebut pemudik menjadi korban kesalahan navigasi digital. "Menghindari macet, korban Google Maps jadi masuk sawah," tulis unggahan tersebut, Senin, 23 Maret 2026.

Mayoritas kendaraan yang terjebak diketahui berasal dari luar daerah dengan berbagai nomor polisi berbeda. Di antaranya kendaraan berpelat B, G, N, hingga L yang melintas secara beriringan.

Kendaraan tersebut melaju di jalan sempit yang hanya cukup dilalui satu mobil dalam satu waktu. Kondisi jalan berupa tanah dan diapit persawahan serta rumput tinggi membuat akses semakin sulit.

Diduga para pengemudi berusaha mencari jalur alternatif guna menghindari kepadatan arus lalu lintas utama. Mereka kemudian mengandalkan aplikasi navigasi digital untuk menemukan rute yang dianggap lebih cepat.

Namun, sistem navigasi justru mengarahkan mereka ke jalan tikus yang tidak memadai untuk volume kendaraan besar. Hal ini menyebabkan antrean panjang dan kendaraan sulit berbalik arah di lokasi tersebut.

Peristiwa ini menjadi perhatian karena menunjukkan risiko penggunaan navigasi digital tanpa mempertimbangkan kondisi lapangan secara langsung. Pengemudi diimbau tetap waspada dan memastikan kelayakan rute sebelum melanjutkan perjalanan.

Koordinasi dengan warga sekitar dinilai penting untuk menghindari kesalahan arah di wilayah yang belum familiar. Langkah ini dapat membantu pemudik menemukan jalur yang lebih aman dan sesuai kondisi kendaraan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....