Puncak Arus Balik di Terminal Mengwi Bali Diprediksi Terjadi 24–26 Maret

  • 25 Mar 2026 15:02 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Puncak arus balik di Terminal Mengwi Bali diprediksi terjadi pada 24–26 Maret 2026.
  • Pergerakan penumpang di Terminal Mengwi didominasi tujuan Jawa Timur dan Jawa Tengah.
  • Terminal Mengwi telah melakukan antisipasi lonjakan sejak awal, termasuk tambahan pergerakan pada 27–28 Maret akibat WFA.

RRI.CO.ID, Jakarta - Arus balik di Terminal Tipe A Mengwi, Badung, Bali, diprediksi mencapai puncaknya pada 24 hingga 26 Maret 2026. Lonjakan ini sudah diantisipasi melalui berbagai skenario yang disiapkan sejak awal masa angkutan Lebaran.

Kepala Terminal Tipe A Mengwi, I Dewa Gede Tantara Tesa Putra, mengatakan pergerakan penumpang didominasi tujuan Jawa Timur dan Jawa Tengah. Sementara kedatangan lebih banyak berasal dari wilayah sekitar Bali seperti Tabanan, Badung, dan Denpasar.

“Kalau kami untuk keberangkatan itu masih rata-rata ke Jawa Timur serta Jawa Tengah. Tapi untuk kedatangan atau yang datang dari Bali juga banyak,” ujar Dewa dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Rabu 25 Maret 2026.

Ia memastikan hingga saat ini tidak ada kendala berarti dalam pelayanan arus balik di terminal tersebut. Dewa mengatakan persiapan matang telah dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan arus balik.

“Sejauh ini kami belum ada kendala, karena memang sebelum masa angkutan lebaran kami sudah membuat beberapa skenario untuk mengantisipasi adanya lonjakan. Baik itu dari segi penumpang ataupun juga dari segi armada bus,” katanya.

Selain periode puncak, pihak terminal juga mengantisipasi pergerakan tambahan pada 27 hingga 28 Maret. Hal ini seiring kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang memungkinkan masyarakat memperpanjang libur.

“Terkait dengan adanya WFA dan juga libur panjang, kami sudah siap Mbak untuk mengaktifkan spesial di tanggal 27-28 Maret 2026. Jadi kita secara personil dan secara skenario yang sudah kita pastikan jauh-jauh hari tentunya,” kata Dewa.

Petugas dan skenario operasional tetap disiagakan untuk menghadapi potensi lonjakan lanjutan tersebut. Masyarakat juga diimbau menjaga kesehatan serta memilih bus yang laik jalan dan resmi.

“Selain itu, silahkan pilih bus yang laik jalan operasionalnya, artinya bus-bus yang sudah memiliki stiker dari Kementerian Perhubungan, berwarna biru. Kemudian, mungkin hindari jam puncak atau hari puncak arus balik,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....