Arus Balik Lebaran, Pemudik Diimbau Pastikan Saldo E-Toll Cukup

  • 24 Mar 2026 23:58 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Jasa Marga mengimbau pemudik yang melakukan perjalanan arus balik Lebaran agar memastikan kecukupan saldo uang elektronik (e-toll).
  • Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono meminta para pemudik mengisi saldo e-toll sebelum memasuki jalan tol.
  • Jasa Marga mengingatkan pengguna jalan untuk mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas, khususnya saat melintasi Gerbang Tol Cikampek Utama.

RRI.CO.ID, Jakarta - Jasa Marga mengimbau pemudik yang melakukan perjalanan arus balik Lebaran agar memastikan kecukupan saldo uang elektronik (e-toll). Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono meminta para pemudik mengisi saldo e-toll sebelum memasuki jalan tol.

Berdasarkan evaluasi periode H-10 hingga H+1 Lebaran (11–22 Maret 2026), terdapat sekitar 21 ribu kendaraan yang mengalami kekurangan saldo e-toll. Data tersebut tercatat saat mereka melintas di Gerbang Tol Kalikangkung, ruas Jalan Tol Batang–Semarang.

Jumlah tersebut setara dengan 4,9 persen dari total 442 ribu kendaraan yang melakukan transaksi di gerbang tol tersebut. Kondisi ini menyebabkan banyak pemudik harus melakukan pengisian ulang saldo di lokasi, sehingga memicu antrean panjang.

“Saldo e-toll yang kurang berdampak pada tingginya aktivitas top up di gerbang tol. Dan mengakibatkan penundaan serta antrean kendaraan,” ujar Rivan.

Ia menambahkan, potensi serupa diperkirakan kembali terjadi saat arus balik. Khususnya di Gerbang Tol Cikampek Utama pada ruas Jalan Tol Jakarta–Cikampek.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Jasa Marga mengimbau pengguna jalan agar menyiapkan saldo e-toll yang cukup sebelum perjalanan. Terutama dari arah Trans Jawa menuju Jakarta.

Pengendara golongan I dari Semarang ke Jakarta disarankan memiliki saldo minimal Rp500.000. Sementara dari Surabaya ke Jakarta minimal Rp1.000.000.

Rivan menegaskan, jika ribuan kendaraan melakukan top up di gerbang tol, maka waktu perjalanan akan terbuang dan berpotensi menimbulkan kemacetan. Pengguna jalan juga diingatkan bahwa pada sistem transaksi tertutup di Jalan Tol Trans Jawa, kartu e-toll yang digunakan saat masuk harus sama dengan saat keluar.

Artinya, pengendara tidak dapat menggunakan kartu milik orang lain jika saldo tidak mencukupi. Untuk kemudahan, pengisian saldo e-toll dapat dilakukan melalui berbagai kanal seperti aplikasi Travoy, layanan mobile banking, gerai ritel, hingga fasilitas top up di rest area.

Jasa Marga juga mengingatkan pengguna jalan untuk mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas, khususnya saat melintasi Gerbang Tol Cikampek Utama. Gangguan sekecil apa pun di area gerbang tol dapat berdampak pada kelancaran arus lalu lintas.

Selain kesiapan saldo, pemudik diminta memastikan kondisi fisik pengemudi dan kendaraan dalam keadaan prima, menyiapkan perbekalan, serta mencukupi bahan bakar sebelum perjalanan. “Gunakan waktu secara bijak dan tidak berlama-lama di rest area agar dapat bergantian dengan pengguna jalan lainnya,” ucap Rivan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....