KAI Jaga Keberlanjutan Ekosistem Melalui Efisiensi Air selama Mudik

  • 24 Mar 2026 02:12 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PT Kereta Api Indonesia (Persero) menerapkan strategi efisiensi air guna mendukung keberlanjutan ekosistem pada masa mudik Lebaran 2026.
  • Penjualan tiket angkutan Lebaran per 23 Maret 2026 telah mencapai angka 4.028.839 unit atau setara 89,6 persen kapasitas.
  • KAI memanfaatkan teknologi Automatic Train Wash Plant serta menggandeng Perumda Paljaya untuk menjaga standar kualitas lingkungan operasional.

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan prinsip keberlanjutan lingkungan tetap terjaga pada setiap masa mudik. Pengelolaan sumber daya air menjadi prioritas utama dalam melayani lonjakan penumpang selama momentum libur Lebaran.

KAI mencatat penjualan tiket angkutan Lebaran sudah mencapai angka 4.028.839 unit pada Senin, 23 Maret 2026. Data tersebut menunjukkan 89,6 persen dari total kapasitas tempat duduk kini sudah habis terjual.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan peningkatan volume pelanggan menjadi indikator kepercayaan tinggi masyarakat. Ia menambahkan bahwa mobilitas masyarakat tersebut menuntut pengelolaan operasional yang lebih efisien serta berkelanjutan.

“Pergerakan pelanggan yang tinggi pada masa Lebaran menunjukkan bahwa kereta api menjadi pilihan utama masyarakat. Di sisi lain, hal ini mendorong kami untuk memastikan setiap proses operasional berjalan efisien, termasuk dalam penggunaan sumber daya seperti air,” ujar Anne dalam keterangannya di Jakarta, Senin, 23 Maret 2026.

Penjualan tiket kereta api jarak jauh sendiri tercatat sudah menyentuh angka 3.507.988 unit atau 98,2 persen. Puncak pergerakan penumpang terjadi pada 22 Maret 2026 dengan volume sebanyak 242.773 pelanggan dalam satu hari.

Karakteristik emisi kereta api secara faktual lebih rendah dibandingkan moda transportasi darat lainnya secara kumulatif. Tingkat emisi angkutan kereta api bahkan diklaim tiga kali lebih rendah jika dibandingkan moda bus antarkota.

“KAI mendorong penggunaan air secara bijak di seluruh lini operasional. Melalui penerapan teknologi seperti sistem pencucian kereta otomatis yang dilengkapi pengolahan air, penggunaan air dapat ditekan dan dimanfaatkan kembali secara optimal,” ujar Anne.

Penggunaan air total sepanjang 2024 mencapai 920,23 megaliter demi mendukung kebutuhan pelanggan di seluruh stasiun. Komposisi pemanfaatan air tanah tercatat mendominasi penggunaan sumber daya dengan total volume 626,25 megaliter setahun.

Teknologi Automatic Train Wash Plant (ATWP) memungkinkan proses filtrasi air bekas untuk dapat digunakan kembali secara efektif. Inovasi tersebut membantu pengurangan konsumsi air bersih baru sekaligus menjaga kualitas ekosistem lingkungan pada wilayah operasional.

“Pengelolaan air limbah yang terstandar memastikan bahwa aktivitas operasional tetap menjaga kualitas lingkungan. Ini menjadi bagian dari komitmen KAI dalam mendukung transportasi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Perusahaan juga menjalin kerja sama strategis bersama Perumda Paljaya dalam hal pengelolaan limbah domestik pada setiap fasilitas operasional. Kolaborasi ini bertujuan agar setiap limbah dari stasiun memenuhi baku mutu lingkungan serta terintegrasi sistem sanitasi perkotaan.

Setiap langkah efisiensi pengelolaan air memberikan kontribusi besar terhadap keberlanjutan sistem transportasi massal di seluruh wilayah. Peningkatan arus balik Lebaran terus diimbangi dengan kebijakan internal yang mengedepankan aspek perlindungan terhadap alam.

"Melalui berbagai upaya ini, KAI terus memastikan bahwa transportasi massal dapat berjalan dengan efisien, ramah lingkungan, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat," kata Wisnu Pramudya, Executive Vice President Corporate Secretary KAI.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....