Korlantas Imbau Pemudik Manfaatkan WFA untuk Hindari Puncak Arus Balik

  • 23 Mar 2026 11:48 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemudik disarankan memanfaatkan WFA dan menjadwalkan perjalanan balik pada 26–28 Maret 2026.
  • Arus balik diprediksi terbagi dua gelombang untuk mengurangi kepadatan kendaraan.
  • Rekayasa lalu lintas seperti one way disiapkan untuk mendukung kelancaran arus balik.

RRI.CO.ID, Jakarta - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mengimbau pemudik memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) untuk mengatur waktu perjalanan arus balik Lebaran 2026. Langkah ini dinilai efektif untuk mengurangi kepadatan kendaraan, terutama saat puncak arus balik.

Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan masyarakat sebaiknya tidak kembali secara bersamaan pada tanggal puncak. Pemudik disarankan menjadwalkan perjalanan pada 26 hingga 28 Maret 2026 agar arus lalu lintas lebih merata.

Menurutnya, berdasarkan hasil analisa bersama stakeholder, arus balik diperkirakan terbagi dalam dua tahap. Tahap pertama terjadi pada 23-24 Maret 2026 dan tahap kedua pada 28-29 Maret 2026.

“Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi bersama stakeholder, arus balik diperkirakan terbagi dalam dua tahap. Yaitu tahap pertama pada tanggal 23-24 Maret 2026 dan tahap kedua pada tanggal 28-29 Maret 2026,” ucap Agus dalam keterangan resmi, dikutip Minggu 22 Maret 2026.

Dengan pola tersebut, kepadatan kendaraan diharapkan dapat terurai. Pemanfaatan WFA menjadi salah satu strategi untuk menghindari penumpukan di satu waktu tertentu.

Selain itu, Korlantas juga telah menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas sejak 22 hingga 23 Maret 2026. Salah satunya melalui penerapan one way lokal secara bertahap, hingga rencana one way nasional yang dimulai pada 24 Maret 2026.

“Korlantas Polri juga akan menerapkan skema one way nasional untuk arus balik yang direncanakan dimulai pada tanggal 24 Maret 2026. Sesuai arahan Kapolri dan hasil koordinasi dengan Menteri Perhubungan, Dirut Jasa Marga, serta Jasa Raharja,” ucapnya

Agus menyebut kondisi lalu lintas sejauh ini masih terpantau terkendali. Meskipun terjadi peningkatan pergerakan kendaraan di sejumlah wilayah, situasi dinilai masih dapat dikelola dengan baik.

Ia menambahkan, peningkatan arus kendaraan terpantau di kawasan Semarang Raya, Jabodetabek, hingga sejumlah destinasi wisata seperti Bali, Malang Raya, Jakarta, dan Jawa Barat.

Melalui sinergi antara Polri dan para pemangku kepentingan, serta pemanfaatan kebijakan WFA oleh masyarakat. Diharapkan arus balik Lebaran 2026 dapat berjalan lebih lancar, aman, dan tertib.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....