ASDP: Arus Mudik Lebaran Aman Terkendali, Penumpang 2,59 Juta Orang
- 23 Mar 2026 04:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyatakan penyelenggaraan angkutan arus mudik Lebaran 1447 Hijriah berjalan terkendali.
- ASDP mendorong masyarakat memanfaatkan program stimulus diskon tarif yang telah berjalan sejak 12 Maret 2026.
- Layanan penyeberangan selama arus mudik tetap berjalan lancar meskipun terjadi peningkatan signifikan mobilitas masyarakat.
RRI.CO.ID, Jakarta - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyatakan penyelenggaraan angkutan arus mudik Lebaran 1447 Hijriah berjalan terkendali. Keberhasilan ini ditopang kesiapan operasional serta koordinasi lintas pemangku kepentingan di 15 lintasan nasional yang dipantau.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengungkapkan, secara kumulatif sejak H-10 hingga hari H Lebaran, jumlah penumpang mencapai 2.596.597 orang. Angka ini meningkat 5,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 2.463.910 orang.
“Total kendaraan yang diangkut juga meningkat menjadi 667.526 unit. Atau naik 7,2 persen dibandingkan 622.604 unit tahun lalu,” ujarnya dalam keterangannya di Jakarta, Minggu 22 Maret 2025.
Pada periode harian (H) 21 Maret 2026, jumlah penumpang tercatat 156.838 orang atau naik 1,7 persen dari 154.237 orang tahun sebelumnya. Sementara kendaraan mencapai 40.066 unit, meningkat 0,6 persen dibandingkan 39.811 unit pada 2025.
Heru menegaskan, layanan penyeberangan selama arus mudik tetap berjalan lancar meskipun terjadi peningkatan signifikan mobilitas masyarakat. Peningkatan kapasitas operasional, penguatan layanan, serta koordinasi intensif antar-stakeholder menjadi kunci utama.
Lintasan Jawa–Sumatra–Bali masih menjadi koridor tersibuk dan vital secara nasional. Untuk menjaga kelancaran, ASDP menerapkan berbagai strategi seperti penyesuaian pola operasi kapal, dan kesiapan personel.
Termasuk juga rekayasa lalu lintas berupa pengalihan kendaraan dan delaying system di sejumlah buffer zone. Menghadapi arus balik, ASDP mengoptimalkan pengalihan layanan melalui Pelabuhan BBJ Bojonegara untuk kendaraan golongan besar (VIB, VII, VIII, dan IX) pada 23–29 Maret 2026.
Sementara kendaraan lain, termasuk sepeda motor, tetap dilayani melalui Pelabuhan Merak.
Selain itu, pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) diterapkan secara dinamis guna mempercepat proses bongkar muat dan menjaga rotasi kapal.
Optimalisasi Port Operational Control Center di lintasan Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk juga dilakukan untuk memperkuat pengendalian operasional berbasis real time. Corporate Secretary ASDP Windy Andale menambahkan, kesiapan arus balik terus diperkuat.
Hingga periode H hingga H+10, ketersediaan tiket di lintasan Jawa–Sumatera dan Jawa–Bali masih mencapai 98,66 persen. “Masyarakat diimbau merencanakan perjalanan lebih awal dan membeli tiket melalui Ferizy sejak H-60, serta memastikan data penumpang sesuai dan datang ke pelabuhan tepat waktu,” katanya.
ASDP juga mendorong masyarakat memanfaatkan program stimulus diskon tarif yang telah berjalan sejak 12 Maret 2026. Program ini telah digunakan lebih dari 1,06 juta pengguna jasa, dengan potongan hingga 100 persen tarif jasa pelabuhan atau sekitar 21,9 persen dari total tarif.
Hingga 21 Maret 2026 pukul 23.59 WIB, realisasi penyerapan stimulus mencapai Rp14,5 miliar atau 40,84 persen dari target. Program tersebut berlaku di tujuh lintasan dan 14 pelabuhan, termasuk Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk.
Selain itu, kebijakan single tarif di Pelabuhan Bakauheni diberlakukan mulai 23 hingga 31 Maret 2026 untuk menjaga kelancaran arus balik.
Dengan tingginya mobilitas masyarakat, ASDP menegaskan komitmennya untuk menjaga layanan penyeberangan tetap lancar, aman, dan nyaman selama periode arus balik Lebaran 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....