Menhub Instruksikan Peningkatan Kesiapsiagaan di Penyeberangan Sumatra-Jawa
- 23 Mar 2026 08:14 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyiapkan sejumlah strategi untuk menghadapi arus balik Lebaran di lintas penyeberangan Sumatra–Jawa.
- Menhub menyiapkan opsi penggunaan lintas alternatif Pelabuhan Panjang–Krakatau Bandar Samudra (KBS) jika terjadi kepadatan.
- Antisipasi juga difokuskan pada potensi titik crossing di Bakauheni agar tidak menghambat arus bongkar muat
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyiapkan sejumlah strategi untuk menghadapi arus balik Lebaran di lintas penyeberangan Sumatra–Jawa. Guna memastikan perjalanan masyarakat tetap terkendali, aman, dan lancar.
Menhub Dudy mengatakan pihaknya telah melakukan evaluasi cepat terhadap sejumlah titik krusial saat puncak arus mudik Lebaran 2026. Sekaligus merancang langkah antisipatif untuk menghadapi arus balik.
“Saat ini, fokus kita adalah memastikan arus balik dapat dikelola lebih baik, dengan respons yang lebih cepat. Serta strategi yang lebih matang,” ujar Dudy dalam keterangannya di Jakarta, Minggu 22 Maret 2026.
Evaluasi dan koordinasi telah dilakukan bersama para pemangku kepentingan di Kantor PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) di Merak. Dalam rapat tersebut, Menhub menginstruksikan peningkatan kesiapsiagaan dengan skenario yang lebih adaptif dan responsif terhadap dinamika di lapangan.
Sejumlah strategi disiapkan, antara lain percepatan penerapan mekanisme tiba–bongkar–berangkat (TBB) saat terjadi lonjakan kendaraan. Selain itu, dilakukan simulasi kapasitas layanan dengan skema pengoperasian 5 hingga 6 dermaga guna mengoptimalkan daya tampung.
Antisipasi juga difokuskan pada potensi titik crossing di Bakauheni agar tidak menghambat arus bongkar muat. Optimalisasi rest area dilakukan melalui koordinasi dengan Kepolisian untuk mengatur distribusi kendaraan.
Menhub juga menyiapkan opsi penggunaan lintas alternatif Pelabuhan Panjang–Krakatau Bandar Samudra (KBS) jika terjadi kepadatan. Sementara itu, teknologi drone dimanfaatkan untuk pemantauan kondisi secara real-time, khususnya di wilayah Bakauheni.
Di sisi hulu, optimalisasi buffer zone dan penerapan delaying system di Pulau Sumatra diperkuat melalui koordinasi dengan Korlantas Polri. Guna menahan kendaraan sebelum memasuki pelabuhan.
Selain itu, perhatian khusus diberikan pada titik rawan kemacetan. Seperti area penjualan oleh-oleh di turunan flyover yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas.
Berdasarkan evaluasi, puncak arus mudik terjadi pada 18 Maret 2026. Secara umum pelaksanaan berjalan baik, meski terdapat catatan terkait penerapan TBB yang baru optimal di 3–4 dermaga.
Ke depan, Menhub meminta agar penerapan TBB diperluas hingga 5–6 dermaga dan dilakukan lebih responsif saat terjadi lonjakan kendaraan. Menhub juga menyoroti pentingnya pengendalian arus kendaraan di dalam kawasan pelabuhan agar antrean tidak meluas.
Pengaturan di kawasan penyangga seperti Indah Kiat perlu diperkuat melalui rekayasa operasional untuk menghindari perpotongan arus.
Dari sisi layanan, sistem pembelian tiket juga menjadi perhatian.
Pemerintah mendorong perluasan radius zona pembelian tiket lebih dari 4 kilometer untuk mengurangi kepadatan di sekitar pelabuhan. Selain itu, penerapan sistem tiket Ferizy dengan prinsip satu NIK untuk satu tiket ditegaskan untuk mencegah praktik percaloan.
“Tidak boleh ada ruang untuk praktik percaloan. Sistem harus menjamin keadilan, ketertiban, dan kemudahan bagi masyarakat,” ucap Dudy. Menhub menekankan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan angkutan Lebaran.
“Kita pastikan seluruh layanan berjalan selamat, aman, dan tertib. Sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan balik dengan nyaman,” kata Dudy.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....