KAI Layani Hampir 2 Juta Penumpang Mudik hingga 21 Maret

  • 21 Mar 2026 23:34 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • KAI telah melayani hampir 2 juta penumpang selama periode arus mudik lebaran.
  • Penjualan tiket angkutan lebaran KAI sudah mencapai 3.799.365 tiket hingga 21 Maret 2026.
  • KAI menerapkan skema operasional kursi dinamis untuk mengakomodasi volume penumpang yang sangat tinggi.

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) berhasil melayani 1.997.779 pelanggan kereta api hingga memasuki periode arus mudik lebaran 2026. Penjualan tiket angkutan lebaran secara keseluruhan telah mencapai 3.799.365 tiket pada hari Sabtu, 21 Maret 2026.

Realisasi penjualan tiket tersebut setara dengan 84,5 persen dari total ketersediaan 4.498.696 tempat duduk perusahaan. Angka ini mencakup seluruh layanan kereta api jarak jauh maupun layanan kereta api lokal yang beroperasi.

“Tren perjalanan mudik dengan kereta api terus meningkat sejak pertengahan Maret. Hal ini terlihat dari penjualan tiket yang bergerak naik secara bertahap, terutama pada layanan kereta api jarak jauh yang menjadi pilihan utama masyarakat untuk perjalanan antarkota,” ujar Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Sebanyak 3.292.121 tiket kereta api jarak jauh telah terjual atau sekitar 92,2 persen dari kapasitas tersedia. Sementara, penjualan tiket kereta api lokal saat ini tercatat sebanyak 438.203 tiket untuk seluruh pelanggan.

KAI masih menyisakan 699.331 tempat duduk yang dapat dipesan masyarakat untuk kebutuhan arus balik. Sisa kapasitas tersebut terdiri dari 279.639 kursi jarak jauh serta 488.733 kursi pada layanan kereta api lokal.

Selama periode 11-20 Maret 2026, KAI melayani 1.695.218 pelanggan kereta api jarak jauh. Selain itu, terdapat 302.561 pelanggan yang menggunakan layanan kereta api lokal di pulau Jawa dan Sumatra.

Volume pelanggan harian untuk kereta api jarak jauh menunjukkan tren kenaikan yang sangat signifikan sepanjang Maret. Puncak okupansi tertinggi terjadi pada tanggal 18 Maret 2026 dengan total 205.842 pelanggan kereta api tersebut.

Pada hari Kamis, 21 Maret 2026, terdapat 174.198 pelanggan yang dijadwalkan bepergian menggunakan kereta api jarak jauh. Tingkat okupansi sementara pada perjalanan hari tersebut tercatat telah mencapai angka 108,1 persen di masyarakat.

“Dalam satu perjalanan kereta api jarak jauh, satu kursi dapat digunakan oleh lebih dari satu pelanggan pada relasi yang berbeda. Skema ini memungkinkan jumlah pelanggan yang dilayani lebih besar dibandingkan jumlah kursi yang tersedia dalam satu lintas perjalanan,” kata Anne.

Masyarakat yang belum mendapatkan tiket masih memiliki kesempatan melakukan perjalanan melalui sejumlah skema pemesanan alternatif. Perusahaan mengimbau masyarakat agar segera merencanakan arus balik dengan memilih tanggal keberangkatan yang cukup fleksibel.

“Dengan kapasitas yang masih tersedia, KAI mengajak masyarakat segera merencanakan perjalanan arus balik dengan baik agar perjalanan berlangsung lebih nyaman, lancar, dan menyenangkan bersama kereta api,” kata Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....