Kemenhub Waspadai Kepadatan di Pelabuhan Gilimanuk dan Bandara Ngurah Rai
- 19 Mar 2026 13:48 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pelabuhan Gilimanuk dan Bandara I Gusti Ngurah Rai jadi perhatian utama pemantauan arus mudik
- Pengoperasian 40 kapal tambahan di lintasan Ketapang-Gilimanuk
- Penyeberangan di Gilimanuk sempat mengalami antrean panjang
RRI.CO.ID, Jakarta - Sejumlah simpul transportasi menjadi perhatian Utama pemerintah dalam pelaksanaan Mudik Lebaran 2026. Titik-titik tersebut dinilai memiliki karakter operasional yang berpotensi memicu kepadatan.
Direktur Sarana dan Keselamatan Jalan, Ditjen Perhubungan Darat, Yusuf Nugroho, mengatakan di beberapa lokasi sempat terjadi antrean kendaraan. Namun demikian, kondisi tersebut berangsur terurai berkat koordinasi lintas sektor.
“Beberapa titik perhatian kami antara lain Pelabuhan Gilimanuk dan Bandara I Gusti Ngurah Rai. Keduanya merupakan simpul transportasi yang memiliki karakter khusus,” ujar Yusuf kepada Pro3 RRI di Jakarta, Rabu, 18 Maret 2026.
Yusuf mengungkapkan, antrean panjang sempat terjadi di Pelabuhan Gilimanuk, khususnya bagi kendaraan yang akan menyeberang. Namun, situasi tersebut kini telah kembali normal.
“Sebelumnya penyeberangan di Gilimanuk sempat mengalami antrean panjang terhadap kendaraan yang akan memanfaatkan fasilitas penyeberangan. Tetapi Alhamdulillah saat ini berkat kerja cepat dan kolaborasi seluruh sektor, pada pukul 15.00 WIB antrean sudah terurai,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, memastikan kondisi antrean kini telah terkendali. Ia menyebut, pada pukul 16.00 WITA seluruh kendaraan telah masuk ke buffer zone.
“Kami bersama stakeholder terus melakukan mitigasi agar antrean tidak kembali terjadi. Upaya ini dilakukan agar arus lalu lintas di sekitar pelabuhan tetap normal,” kata Aan.
Ia menambahkan, berbagai langkah telah dioptimalkan untuk mengatasi kepadatan, termasuk pengoperasian kapal tambahan di lintasan Ketapang–Gilimanuk. Saat ini, sebanyak 40 kapal dioperasikan, dengan sebagian menerapkan sistem bongkar muat yang dipercepat.
Aan berharap langkah tersebut mampu menekan antrean kendaraan. Dengan demikian, kepadatan di sekitar pelabuhan dapat diatasi menjelang Hari Raya Nyepi.
“Saya mengapresiasi seluruh stakeholder yang terlibat dalam penanganan kepadatan ini. Kami juga berterima kasih kepada masyarakat yang telah mematuhi ketentuan sehingga antrean dapat terurai,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....