Pemerintah Daerah Diminta Maksimalkan Masjid sebagai Tempat Istirahat Mudik
- 19 Mar 2026 09:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, mendorong pemerintah daerah memaksimalkan masjid di jalur mudik sebagai tempat singgah
- Pemudik tahun ini sangat tinggi, mencapai sekitar 155 juta jiwa
- Rest area umumnya hanya berupa tenda sehingga kurang diminati pemudik
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, mendorong pemerintah daerah memaksimalkan masjid di jalur mudik sebagai tempat singgah. Langkah ini dinilai penting untuk mendukung kenyamanan pemudik selama perjalanan.
“Pemudik tahun ini sangat tinggi, mencapai sekitar 155 juta jiwa. Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini bisa menimbulkan berbagai persoalan,” ujar Hendry dalam keterangan pers yang diterima RRI.CO.ID pada Rabu, 18 Maret 2026.
Ia mengatakan tingginya mobilitas masyarakat harus diantisipasi dengan kesiapan fasilitas pendukung. Pemerintah diminta hadir memberikan pelayanan yang memadai bagi pemudik.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan masjid sebagai tempat singgah. Pemerintah diharapkan mendukung penyediaan fasilitas seperti kebersihan, tempat istirahat, dan konsumsi.
"Rest area umumnya hanya berupa tenda sehingga kurang diminati pemudik. Sementara masjid pasti disinggahi, minimal untuk beribadah, dan bisa dimaksimalkan untuk kebutuhan lain,” katanya.
Menurutnya, penggunaan masjid lebih efisien karena tidak memerlukan pembangunan fasilitas tambahan. Cukup dengan menjaga kebersihan dan menyediakan kebutuhan sederhana bagi pemudik.
Ia menilai peran pemerintah tetap diperlukan untuk melengkapi fasilitas yang belum tersedia. Hal ini karena pengurus masjid memiliki keterbatasan dalam penyediaan sarana.
“Ini juga menjadi ladang ibadah bagi masyarakat setempat dalam membantu pemudik. Peran pemerintah diperlukan sebagai katalisator untuk mendukung pelayanan tersebut,” tutupnya.
Di sisi lain, pemerintah juga telah menyiapkan sejumlah masjid sebagai rest area alternatif bagi pemudik. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di jalur arteri.
Direktur Prasarana Transportasi Jalan Ditjen Perhubungan Darat, Toni Taulan, mengatakan fasilitas istirahat sangat dibutuhkan pemudik. Pemerintah pun menambah titik istirahat di jalur mudik.
“Kami telah mengidentifikasi simpul-simpul di jalur arteri yang dapat dimanfaatkan sebagai rest area. Kami juga berkoordinasi dengan Kementerian Agama untuk mengoptimalkan masjid sebagai tempat istirahat,” ujar Toni kepada Pro3 RRI saat ditemui di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin, 16 Maret 2026.
Ia menambahkan, selain masjid, pemerintah juga menyiapkan buffer zone di sejumlah jalur mudik. Kantong parkir ini digunakan untuk menampung kendaraan saat terjadi kepadatan.
Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi beban lalu lintas di jalur utama. Pemudik juga dapat memanfaatkan fasilitas tersebut untuk beristirahat dengan lebih nyaman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....