Pastikan Kesiapan Layanan Mudik, Menko Polkam Tinjau Bandara dan Pelabuhan
- 19 Mar 2026 07:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Koordinator (Menko) Politik dan Keamanan (Polkam), Djamari Chaniago, menyambangi Pelabuhan Tanjung Priok dan Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Tujuannya untuk memastikan kesiapan layanan saat arus mudik Lebaran 2026 di kedua titik transportasi tersebut.
Pada kesempatan itu Menko menekanan pentingnya kenyamanan dan keamanan bagi warga masyarakat yang pulang kampung. Ini karena pemerintah sudah sejak lama merencanakan pelayanan mudik ini.
“Sehingga, kami harus memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat yang akan pulang mudik,” ujarnya, Rabu 18 Maret 2026. Menurut dia, ini merupakan kewajiban pengelola bandara dan pelabuhan sebagai bagian dari kegiatan pemerintahan.
Menko selanjutnya memeriksa langsung kesiapan KRI BAC-593 saat meninjau Kolinlamil Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kapal tersebut akan memberangkatkan dari Jakarta ke kampung halamannya.
Djamari juga berinteraksi langsung dengan para penumpang di kapal tersebut. “Mereka merasa bahagia bisa pulang kampung menggunakan KRI,” ujarnya.
Selanjutnya, Menko Polkam meninjau Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten. Di sana dia juga menyampaikan pentingnya kesiapan petugas untuk memberikan informasi kepada pemudik.
“Jangan sampai petugas tidak bisa menjawab apa-apa, atau bahkan memberikan informasi yang salah,” ucapnya. Hal itu, lanjut dia, dapat menurunkan kepercayaan pengguna terhadap layanan di bandara.
Menko lalu meminta petugas pelayanan di Bandara memberikan kemudahan, kenyamanan, dan keamanan bagi pemudik. Salah satunya dengan menyampaikan informasi secara cepat dan tepat kepada mereka.
Menurut Menko, hal ini merupakan kewajiban untuk menuntaskan pekerjaan sekaligus bentuk pengabdian kepada negara. “Jangan sampai lengah, lalai, atau bosan untuk melayani karena itu bisa membawa risiko bagi penumpang,” ucapnya.
Sementara itu, anggota Komisi VII DPR, Hendry Munief, mendorong pemerintah daerah memaksimalkan masjid di jalur mudik sebagai tempat singgah. Menurut dia, hal ini penting untuk mendukung kenyamanan pemudik selama perjalanan.
Apalagi, total pemudik pada tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 155 juta jiwa. “Jika tidak dikelola dengan baik, akan menimbulkan berbagai persoalan,” kata politisi PKS itu.
Hendry mengatakan tingginya mobilitas masyarakat itu harus diantisipasi dengan kesiapan fasilitas pendukung. Salah satunya dengan memanfaatkan masjid sebagai tempat beristirahat atau rest area bagi pemudik yang kelelahan.
Menurut dia, rest area di jalan arteri umumnya hanya berupa tenda sehingga kurang diminati pemudik. “Sedangkan masjid pasti disinggahi, minimal untuk beribadah, dan bisa dimaksimalkan untuk kebutuhan lain,” katanya.
Hendry menambahkan penggunaan masjid juga lebih efisien karena tidak memerlukan pembangunan fasilitas tambahan. Cukup dengan menjaga kebersihan dan menyediakan kebutuhan sederhana bagi pemudik.
Terkait hal ini, Hendry menilai peran pemerintah tetap diperlukan untuk melengkapi fasilitas yang belum tersedia. Hal ini karena pengurus masjid memiliki keterbatasan dalam penyediaan sarana untuk digunakan sebagai rest area.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....