PLN Siagakan 439 SPKLU Jalur Jatim-Bali Demi Kenyamanan Mudik 1447 H

  • 19 Mar 2026 00:48 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PT PLN menyiagakan 439 unit SPKLU sepanjang rute Jawa Timur hingga Bali untuk mudik Lebaran 1447 H.
  • Infrastruktur pengisian daya tersebut kini tersedia pada setiap jarak rata-rata 22 kilometer di sepanjang jalur mudik utama.
  • Pertumbuhan pengguna kendaraan listrik pada masa libur tahun ini diprediksi mengalami peningkatan signifikan sebesar 60 persen.

RRI.CO.ID, Jakarta - PT PLN menyiagakan 439 unit infrastruktur pengisian daya listrik sepanjang jalur mudik Jatim menuju wilayah Bali. Penyediaan fasilitas tersebut bertujuan menjamin kenyamanan para pemudik yang menggunakan kendaraan listrik pada periode libur Lebaran 1447 Hijriah.

Direktur Retail dan Niaga PLN Adi Priyanto melakukan pemantauan kesiapan fasilitas tersebut pada hari Rabu, 18 Maret 2026. Pemantauan tersebut berlangsung secara langsung di SPKLU Rest Area Kilometer 792 A Jalur Jalan Tol Gempol menuju Pasuruan.

“PLN telah melakukan persiapan secara menyeluruh sejak jauh hari. Kami menyiagakan seluruh infrastruktur pengisian daya di jalur mudik Jawa Timur hingga Bali berada dalam kondisi optimal dan siap melayani kebutuhan pemudik EV selama 24 jam tanpa henti,” ujar Adi.

Jumlah pengguna kendaraan listrik selama periode mudik tahun ini diprediksi akan mengalami pertumbuhan signifikan mencapai 60 persen. Perusahaan menempatkan titik pengisian pada lokasi strategis seperti rest area jalan tol, jalur antarkota, maupun akses penyeberangan utama.

Jarak rata-rata antarfasilitas pengisian daya tersebut kini telah dirancang berada pada rentang ideal yaitu sekitar 22 kilometer saja. Pengguna kendaraan listrik dapat melakukan perjalanan mudik dengan perasaan lebih tenang tanpa perlu khawatir akan kehabisan daya.

“Dengan persebaran SPKLU yang semakin luas dan terencana, pengguna kendaraan listrik kini memiliki fleksibilitas lebih dalam merencanakan perjalanan, sekaligus mendapatkan kepastian akses terhadap pengisian daya di sepanjang rute mudik,” ujarnya.

Pembangunan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik merupakan kontribusi nyata dalam upaya mempercepat proses transisi energi nasional saat ini. Kendaraan berbasis baterai dipandang sebagai solusi strategis untuk menekan emisi karbon di sektor transportasi dan memperkuat ketahanan energi.

“Penggunaan kendaraan listrik bukan hanya memberikan efisiensi dan kenyamanan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun sistem energi yang lebih bersih, berkelanjutan, dan tangguh,” katanya.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur Ahmad Mustaqir merinci ketersediaan infrastruktur tersebut secara mendetail. PLN UID Jawa Timur menyediakan 297 unit mesin pengisian daya pada 158 lokasi provinsi tersebut.

Manajemen menyediakan lima pusat pengisian atau SPKLU Center yang memiliki beragam jenis fasilitas pendukung tambahan bagi para pelanggan. Ahmad menyampaikan bahwa peningkatan kualitas layanan tersebut mampu memberikan pengalaman mudik yang menyenangkan bagi para pengguna transportasi elektrik.

“Kami tidak hanya memastikan jumlah yang memadai, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan di setiap titik. Dengan kehadiran SPKLU Center, kami ingin menghadirkan pengalaman pengisian daya yang lebih nyaman sehingga dapat mendukung kelancaran perjalanan pemudik kendaraan listrik,” ujar Ahmad.

GM PLN Unit Induk Distribusi Bali Eric Rossi Priyo Nugroho memastikan kesiapan infrastruktur pengisian pada wilayah Pulau Dewata. Manajemen menyediakan 142 unit mesin pengisi daya pada 93 lokasi strategis yang tersebar luas di wilayah Pulau Dewata.

Layanan infrastruktur listrik yang merata tersebut dipastikan mampu menjangkau kebutuhan setiap warga lokal maupun para wisatawan mancanegara. Perusahaan berkomitmen menjaga keandalan akses energi bagi para pengguna otomotif bertenaga baterai di wilayah provinsi Bali selama Lebaran.

“Kami ingin memastikan setiap pengguna kendaraan listrik dapat menikmati perjalanan yang lancar and menyenangkan di Bali, dengan dukungan infrastruktur pengisian daya yang merata dan andal,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....