Penanganan Tol Jakarta-Tangerang Dipercepat Jelang Mudik Lebaran 2026

  • 18 Mar 2026 23:21 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Dody menginstruksikan tim Bina Marga untuk melakukan pengecekan kualitas aspal setiap hari secara berlapis dan khusus.
  • PT Jasa Marga menghentikan pengerjaan konstruksi skala besar demi mendukung kelancaran arus lalu lintas selama mudik Lebaran.
  • Pemerintah melakukan percepatan penanganan jalan tol untuk mudik Lebaran 2026.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah mempercepat penanganan perkerasan Tol Jakarta–Tangerang pada Senin, 16 Maret 2026 bagi keselamatan perjalanan pemudik. Langkah perbaikan ini melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) serta Jasa Marga.

Penanganan tersebut berlangsung intensif di lapangan sejak 10 Maret 2026 melalui perbaikan lapisan perkerasan aspal yang berlubang. Pihak berwenang menggunakan teknik khusus serta penambalan cepat untuk memperbaiki kondisi permukaan jalan pada beberapa titik krusial.

“Saya minta BPJT dan seluruh BUJT tidak ada kompromi dalam penanganan kondisi jalan di Ruas Tol Jakarta–Tangerang. Lakukan monitoring khusus, percepatan pekerjaan, dan pengecekan berlapis di setiap titik. Dalam kondisi siaga seperti arus mudik dan balik Lebaran," ujar Menteri PU Dody Hanggodo.

"Saya juga instruksikan tim Bina Marga mengaktifkan penilik jalan di setiap ruas, dengan cakupan pemantauan kurang lebih setiap 10 km hingga 30 km atau menyesuaikan kondisi wilayah. Mereka harus melaporkan kualitas jalan setiap hari sebagai dasar tindakan cepat di lapangan,” katanya.

“Dengan sistem ini, preservasi jalan harus dimulai lebih awal, bahkan dari kerusakan paling kecil sekalipun, sehingga tidak berkembang menjadi risiko yang membahayakan pengguna jalan. Sejalan dengan itu, bersama Komisi V DPR RI, kami juga tengah menyempurnakan Standar Pelayanan Minimal Jalan Tol, khususnya terkait kualitas perkerasan jalan, agar ke depan semakin terukur, responsif, dan berorientasi pada keselamatan pengguna jalan,” ucapnya.

Dody juga memerintahkan agar petugas terkait tetap menjaga mutu jalan raya dengan melakukan pengecekan berlapis secara harian. Pemerintah menginstruksikan percepatan pengerjaan fisik di lokasi perbaikan prioritas guna menyambut masa mudik Lebaran pada tahun ini.

"Dalam periode H-10 hingga menjelang arus mudik, BPJT melakukan pengawasan intensif terhadap progres penanganan di Ruas Jakarta–Tangerang agar seluruh pekerjaan berjalan sesuai standar keselamatan dan pelayanan pengguna jalan,” ujar Kepala BPJT Wilan Oktavian.

Wilan memastikan bahwa setiap tahap penanganan fisik telah memenuhi semua Standar Pelayanan Minimal (SPM) pada jalan bebas hambatan. Pihaknya terus memonitor kinerja Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) agar keamanan pengguna selama perjalanan arus mudik terjamin lancar.

Jalur Tol Jakarta–Tangerang merupakan lintasan utama yang menghubungkan DKI Jakarta dengan daerah Banten hingga menuju wilayah pulau Sumatera. Pergerakan kendaraan pada ruas jalan tersebut diprediksi sangat tinggi sehingga kualitas perkerasan menjadi aspek paling penting untuk diawasi.

“Sampai dengan 16 Maret 2026, Jasa Marga Group telah melakukan penanganan pada puluhan titik di Ruas Tol Jakarta–Tangerang. Pekerjaan dengan skala konstruksi besar dihentikan sementara menjelang periode mudik untuk menjaga kelancaran lalu lintas, sementara penanganan cepat melalui patching tetap dilaksanakan pada titik-titik yang memerlukan penanganan segera,” ujar Direktur Utama PT Jasa Marga Rivan A. Purwantono dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu, 18 Maret, 2026.

Ia menyebut penanganan pada puluhan titik krusial di sepanjang ruas tol sudah tuntas sebelum arus mudik tiba. Pengerjaan konstruksi dengan volume besar akan dihentikan sementara guna mendukung kelancaran lalu lintas kendaraan saat periode puncak liburan.

Pemeliharaan rutin tetap dilaksanakan mulai dari perbaikan marka jalan hingga penggantian pagar pengaman demi menjaga ketertiban para pengguna. Pemerintah terus mengupayakan perbaikan fasilitas keselamatan secara maksimal agar perjalanan masyarakat aman dari segala jenis risiko kecelakaan.

Intensitas kendaraan padat dan cuaca ekstrem sering menjadi pemicu utama kerusakan aspal jalan tol yang perlu segera diperbaiki. Oleh karena itu para petugas melakukan pemeliharaan infrastruktur secara berkelanjutan demi memberikan layanan terbaik bagi mobilitas seluruh rakyat.

Pemerintah mengimbau pemudik agar tetap waspada saat berkendara serta selalu mematuhi arahan resmi dari petugas lapangan di jalan. Sinergi yang kuat diharapkan mampu menjamin perjalanan pulang kampung tahun ini berlangsung lancar tanpa ada gangguan apa pun.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....