Arus Mudik Meningkat di H-4, Rekayasa Lalu Lintas Mulai Diberlakukan
- 17 Mar 2026 23:57 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Kota Bekasi- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyebut rekayasa lalu lintas di dalam jalur tol mulai diberlakukan pihak Korlantas Polri pada H-4, Selasa, 17 Maret 2026. Kebijakan ini diberlakukan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan seiring meningkatnya arus kendaraan sejak sore hingga malam hari.
Kepala Posko Mudik Terpadu Kementerian Perhubungan, Rachmat Susilo menjelaskan, rekayasa lalu lintas dilakukan dengan dua cara. Yakni memberlakukan contraflow dan oneway.
Ia juga mengatakan, pihak Kementerian Perhubungan telah memperkirakan bahwa puncak arus mudik terjadi dua tahap. Tahap awal yakni pada tanggal 14-15 Maret dan tahap kedua yaitu pada tanggal 17-18 Maret.
Ia juga menyebut prediksi puncak arus mudik dikarenakan tanggal 17-18 para pekerja sektor swasta sudah masuk masa libur. Sehingga mereka berbondong-bondong untuk melakukan perjalanan mudik.
"Hari ini pekerja swasta libur, diperkirakan mereka mudik sore dan malam ini. Tanda-tandanya sudah terlihat dengan peningkatan arus lalu lintas dan rekayasa lalu lintas juga sudah ditetapkan oleh Korlantas dan Jasa Marga," katanya, saat ditemui di Posko Mudik Terpadu Kemenhub, Selasa, 17 Maret 2026.
Rachmat juga menyebut, bahwa perjalanan mudik pada H-4 dan H-3 akan banyak didominasi perjalanan jarak pendek. Misalnya ke Cirebon atau Semarang.
"Malam ini dan besok mulai arus puncak terutama jarak pendek seperti Cirebon, Kuningan, Semarang. Kemungkinan akan terjadi peningkatan arus kendaraan," katanya.
Bukan itu saja, potensi kemacetan juga akan terjadi terutama di sekitar jalur rest area karena keluar masuk kendaraan. Untuk mengantisipasi rest area akan diberlakukan sistem buka tutup.
"Kita berlakukan buka tutup kalau rest area penuh yang diluar tida bisa masuk. Yang di dalam juga kita anjurkan jangan terlalu lama, tapi harus cukup istirahatnya dan bisa bergantian dengan yang lain," ujarnya.