Menko Infrastruktur Pastikan Moda Transportasi Mudik Lebaran 2026 Kondisi Prima

  • 17 Mar 2026 14:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menko AHY memastikan transportasi mudik Lebaran 2026 berjalan terkendali dengan kondisi sarana prasarana yang prima.
  • Pemerintah memberikan diskon tiket hingga 18 persen untuk pesawat dan hingga 30 persen untuk kereta serta kapal.
  • Jumlah penumpang angkutan umum mencapai 1,2 juta orang, dengan kereta api 1,48 juta penumpang sebagai moda paling diminati.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono meninjau langsung kesiapan transportasi nasional secara menyeluruh. Ia memastikan seluruh moda transportasi mulai dari darat hingga udara berada dalam kondisi terkendali serta sangat prima.

“Transportasi selama mudik lebaran ini bisa dikatakan sesuai dengan yang kami rencanakan. Dan mudah-mudahan walaupun tentu disana-sini ada dinamika yang terjadi di lapangan, tapi secara umum masih dalam kendali, dalam kontrol yang juga ketat,” ujar Agus usai meninjau langsung Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026 di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa, 17 Maret 2026.

Agus menyatakan pemerintah pusat memberikan berbagai potongan harga tiket untuk meringankan beban biaya perjalanan masyarakat secara signifikan. Kebijakan diskon ini meliputi sektor penerbangan domestik, tarif jalan tol, hingga tiket kereta api dan armada kapal.

“Misalnya untuk pesawat, domestik ekonomi hingga 18 persen diskonnya. Sedangkan untuk kapal dan kereta hingga 30 persen,” kata Agus.

Menko Infrastruktur menjelaskan bahwa ketersediaan sarana prasarana seperti dermaga dan bandara harus selalu dalam kondisi sangat andal. Ia juga menekankan pentingnya kehadiran negara melalui kebijakan yang mampu meningkatkan pergerakan ekonomi di berbagai daerah.

“Sesuai dengan yang menjadi kebijakan dan arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto, kita tahu bahwa pemerintah hadir, bukan hanya mempersiapkan sarana-prasarana. Jalan-jalan jembatan yang harus dalam kondisi prima, terminal, stasiun, dermaga dan bandara lain juga harus andal,” ucap Agus.

Ketua Harian 17 Maret Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026 Rachmat Susilo melaporkan data pergerakan penumpang yang naik tajam. Ia mencatat jumlah keberangkatan pengguna angkutan umum sudah menembus angka 1,2 juta orang pada periode awal pengawasan.

“Memang kita temukan ada beberapa titik ya yang sedikit krusial. Tapi pada dasarnya peningkatan keberangkatan penumpang angkutan umumnya sudah mencapai 1,2 juta atau naik 3,72 persen dibandingkan tahun 2025,” ujar Rachmat.

Rachmat menyebut bahwa sektor perkeretaapian menjadi moda yang paling banyak diminati oleh para pemudik pada tahun ini. Total penumpang kereta api sudah mencapai 1,48 juta orang, disusul oleh sektor penyeberangan sebanyak 1,15 juta jiwa.

“Kemudian juga yang banyak memang peningkatan terjadi dari perkeretapian dimana sudah mencapai 1,48 juta orang. Kemudian juga dari penyebrangan itu sudah 1,15 juta orang,” kata Rachmat.

Ketua Posko mengungkapkan bahwa kepadatan sempat terjadi di Pelabuhan Gilimanuk dengan panjang antrean mencapai belasan kilometer. Namun, ia memastikan situasi tersebut kini mulai terurai berkat penambahan unit kapal dan percepatan proses bongkar muat.

“Nyatanya hari ini kita dari pagi tadi kita sudah berkurang menjadi tinggal 16 kilo. Nah ini berarti ya, jadi ini akan skema ini akan kita tetap gunakan,” ucap Rachmat.

Rachmat menjelaskan bahwa pihak kementerian telah melakukan pemeriksaan kelaikan kendaraan atau ram check (uji kelaikan) secara ketat. Ia mengimbau masyarakat untuk memastikan bus yang mereka tumpangi memiliki stiker resmi sebagai sebuah jaminan keamanan.

“Kalau busnya itu ada stiker resmi, berarti bus itu sudah dilakukan sertifikasi. Sudah layak,” ujar Rachmat.

Pemerintah memprediksi puncak arus mudik kedua akan berlangsung pada tanggal 17 hingga 18 Maret 2026. Tim terpadu terus memitigasi titik krusial seperti pintu keluar tol agar kemacetan di area istirahat dapat minimalis.

Layanan transportasi kereta api mencatatkan performa ketepatan waktu atau on time performance (OTP) yang sangat memuaskan publik. Angka akurasi jadwal keberangkatan kereta api mencapai 99 persen, sementara sektor udara berada pada level 95,4 persen.

Rekomendasi Berita