Prediksi Puncak Arus Mudik 18 Maret, Korlantas Siapkan Skema One Way Nasional
- 17 Mar 2026 10:09 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Kepolisian melalui Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyiapkan skema rekayasa lalu lintas nasional bertepatan dengan prediksi puncak arus mudik Lebaran 2026. Penerapan sistem satu arah atau one way nasional dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 18 Maret 2026.
Skema tersebut diterapkan pada ruas Tol Jakarta–Cikampek KM 70 hingga Tol Semarang–Solo KM 236. Namun jika kepadatan masih terjadi, skema one way akan diperpanjang hingga KM 414.
"Saya sudah koordinasi dengan Pak Menteri dan Dirut Jasa Marga bahwa puncak arus mudik yang diperkirakan adalah tanggal 18. Jadi tanggal 18 nanti antara jam 10.00 sampai jam 12.00 akan kita berlakukan one way nasional arus mudik,” katanya saat berada di Pos Terpadu Operasi Ketupat Lodaya 2026 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta–Cikampek, Senin, 16 Maret 2026.
Korlantas Polri memperkirakan sekitar 3,5 juta kendaraan akan keluar dari Jakarta menuju jalur Trans Jawa hingga Cikupa, Banten. Arus kendaraan juga mengarah ke pelabuhan penyeberangan menuju Sumatera.
Pergerakan kendaraan diprediksi masih akan meningkat karena sebagian besar pemudik belum meninggalkan ibu kota. Kondisi ini membuat potensi kepadatan lalu lintas diperkirakan terus bertambah.
"Proyeksi tiga setengah juta kendaraan yang akan meninggalkan Jakarta ke Trans Jawa, sampai sekarang baru dua puluh delapan persen yang sudah keluar. Artinya kami masih mengelola hampir tujuh puluh dua persen pergerakan kendaraan,” ujarnya.
Penerapan one way nasional merupakan bagian dari manajemen rekayasa lalu lintas selama Operasi Ketupat 2026. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kelancaran perjalanan pemudik di jalur utama Trans Jawa.
Selain skema one way, Korlantas Polri juga akan menyiapkan skema contraflow untuk memecah arus kendaraan. Hal tersebut tergantung jumlah volume kendaraan yang akan melintas nantinya.
Jika volume kendaraan mencapai sekitar 5.500 unit, Korlantas Polri akan berkoordinasi dengan Kapolri untuk menerapkan contraflow lajur satu. Jika dalam satu jam berikutnya jumlah kendaraan justru meningkat hingga sekitar 6.400 unit, contraflow akan diperluas ke lajur dua.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....