Kakorlantas Tinjau Kalikangkung, Rekayasa Lalu Lintas Arus Mudik Disiapkan

  • 16 Mar 2026 21:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Semarang - Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho memastikan kesiapan rekayasa lalu lintas arus mudik Lebaran 2026 di Gerbang Tol Kalikangkung. Rekayasa lalu lintas mudik tahun ini disiapkan secara situasional berdasarkan data kepadatan kendaraan di lapangan.

Irjen Pol. Agus Suryonugroho menjelaskan pengaturan arus mudik dilakukan melalui berbagai skenario manajemen lalu lintas. Skema tersebut meliputi contraflow, one way lokal, hingga one way nasional.

“Setiap kebijakan rekayasa lalu lintas dilakukan berbasis data. Kebijakan tersebut juga dilakukan melalui koordinasi lintas instansi,” ujarnya di Jakarta, Senin, 16 Maret 2026.

Ia mengatakan, Gerbang Tol Kalikangkung menjadi titik penting pengendalian arus mudik nasional menuju wilayah Jawa Tengah. Karena itu, kesiapan rekayasa lalu lintas di lokasi tersebut terus dipantau.

Ia menyebut, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret berdasarkan evaluasi bersama berbagai pihak. Namun skema rekayasa lalu lintas dapat diberlakukan lebih cepat jika kepadatan kendaraan meningkat.

Ia menjelaskan, skema one way tahap pertama direncanakan berlaku dari KM 70 hingga KM 236. Skema ini diperluas dari tahun sebelumnya yang hanya diterapkan hingga KM 188.

“Apabila masih terjadi kepadatan. Skema tersebut akan langsung diperpanjang hingga KM 414,” katanya.

Ia juga meminta Polda Jawa Tengah menyiapkan skema one way lokal di wilayah Semarang Raya dan Solo. Skema tersebut disiapkan apabila terjadi peningkatan volume kendaraan pada 17 Maret.

Selain jalur tol, pengaturan lalu lintas juga dilakukan pada jalur menuju wilayah Yogyakarta. Pengaturan tersebut mencakup pemanfaatan tol fungsional di kawasan Prambanan.

Ia mengatakan Operasi Ketupat merupakan operasi kemanusiaan yang melibatkan berbagai instansi negara. Operasi ini tidak hanya mengawal arus mudik dan arus balik.

“Operasi Ketupat bukan hanya di bidang lalu lintas. Seluruh stakeholder negara hadir menjamin keamanan masyarakat,” ucapnya.

Ia menjelaskan pengamanan Operasi Ketupat mencakup berbagai klaster penting selama periode mudik. Klaster tersebut meliputi jalur tol, jalan arteri, simpul transportasi, tempat ibadah, dan kawasan wisata.

“Prinsip utama kami sederhana. Setiap pemudik harus sampai di rumah dengan selamat,” ujarnya.

Pemantauan lalu lintas juga didukung teknologi modern selama Operasi Ketupat 2026. Pemantauan dilakukan melalui command center, traffic counting digital, jaringan CCTV, hingga drone.

Teknologi tersebut memungkinkan petugas memantau kondisi lalu lintas secara real time. Perubahan situasi di lapangan dapat segera direspons oleh petugas.

Selain kesiapan petugas, kedisiplinan masyarakat juga menjadi faktor penting keselamatan perjalanan mudik. Pemudik diimbau mempersiapkan kendaraan serta kondisi fisik sebelum perjalanan jauh.

Polri bersama seluruh stakeholder akan terus mengawal arus mudik hingga arus balik. Selain pengamanan, Polri juga menyiapkan program mudik dan balik gratis bagi masyarakat.

Ia mengatakan sekitar 20 ribu peserta telah terdaftar mengikuti program tersebut. Peserta berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat.

“Kami ingin memastikan masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dengan aman. Masyarakat juga diharapkan dapat berkumpul dengan keluarga dalam suasana bahagia,” ujarnya.

Rekomendasi Berita