Pertamina Telah Amankan Pengadaan BBM sebelum Perang AS-Iran

  • 16 Mar 2026 17:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Cikampek - Pertamina Patra Niaga telah mengambil langkah penting berkaitan dengan pengadaan bahan bakar. Pertamina telah mengamankan pengadaan energi sebelum terjadi perang Iran-Amerika Serikat.

Dirut Pertamina Patra Niaga, Mars Ego Legowo Putra mengatakan, terdapat dua jenis kontrak pengadaan. Pertama bersifat jangka panjang (long term) dan pasar spot.

"Kebanyakan yang long term daripada yang spot, hampir 90 sampai 95 persen sudah long term, sudah lock sebenernya. Sebelum terjadi (memanasnya) geopolitik Timur Tengah, kita sudah lock pengadaan tersebut," ujar Mars Ega Legowo, di Rest Area KM 57 Cikampek pada Senin, 16 Maret 2026.

Pertamina Patra Niaga kini tengah memonitor pengiriman pengadaan tersebut. Ini menjadi bagian dari mitigasi risiko yang disiapkan Pertamina Patra Niaga.

"Maret sudah kita persiapkan sejak Januari, jadi sejak Januari Pertamina Patra Niaga sudah menyiapkan perencanaan produk untuk Maret. Baik yang diproduksi oleh kilang maupun yang kita harus importasi," ucapnya.

Dengan demikian, Pertamina Patra Niaga tidak perlu terburu-buru melakukan pengadaan di bulan Maret. Sementara untuk pengadaan Januari lalu, sudah di-review di Februari.

"Nanti Maret kita pengadaan lagi, isi lagi, jadi kalau kita sampaikan hari ini stok di atas 21 hari. Itu sebenernya akan rolling terus ada top-up pengisian," katanya.

Untuk kebutuhan bahan bakar di masa arus mudik Lebaran, Pertamina Patra Niaga juga menurut Mars Ego, juga aman. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu panic buying BBM karena stok tersedia di semua regional Pertamina.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan, Indonesia tidak impor BBM dari Timur Tengah. Menurut Bahlil, Indonesia hanya mengimpor minyak mentah (crude oil) dari Timur Tengah sebesar 20 persen dari total impor.

Sementara untuk BBM, pemerintah mendatangkannya dari Afrika, Amerika Selatan dan Asia Tenggara. Bahlil menuturkan, kebutuhan BBM seperti solar kini sudah dapat dipenuhi dari dalam negeri.

Terlebih hal ini didukung oleh program pencampuran biodiesel. Selain itu juga telah beroperasinya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....