Cerita Pemudik: Rindu Masakan Ibu Jadi Alasan Utama Pulang Lebaran
- 16 Mar 2026 12:04 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Aroma masakan orang tua sering menjadi kerinduan yang tak tergantikan bagi para perantau saat Lebaran. Kerinduan itulah yang mendorong banyak pemudik memilih pulang kampung lebih awal untuk kembali berkumpul bersama keluarga.
Salah satunya Suyanti, perantau asal Mesuji, Lampung, yang memutuskan mudik bersama keluarganya. Ia memilih pulang lebih cepat setelah dua tahun terakhir melewatkan momen Lebaran di Jakarta.
"Yang jelas ya kedua orang tua lah pasti rindu. Mudiknya sama keluarga, sama anak-anak, sama suami, keluarga semua, pulang semua lima orang," ujar Suyanti saat ditemui RRI di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, Senin, 16 Maret 2026.
Suyanti mengaku sangat merindukan suasana rumah serta hidangan khas daerah yang dimasak oleh kedua orang tuanya. Ia menyebut rasa opor ayam kampung buatan ibu memiliki cita rasa istimewa yang sulit ditemukan di Jakarta.
"Kalau saya ya rindu makanan khas-khas orang Lampung. Dari orang tua ya pasti opor ayam kampung," kata Suyanti.
Perjalanan menuju Sumatra tersebut ditempuh bersama suami dan ketiga anaknya yang masih duduk di bangku sekolah. Suyanti harus menyiapkan dana hingga sepuluh juta rupiah guna membiayai seluruh kebutuhan transportasi pulang pergi keluarga.
"Yang saya siapkan itu adalah biaya transport yang mahal. Minimal 10 juta paling," ucap Suyanti.
Ia menjelaskan harga tiket bus kelas eksekutif kini melonjak hingga mencapai angka Rp530.000. Padahal biaya operasional bus pada hari biasa hanya berkisar antara Rp300.000 sampai Rp400.000 saja.
"Biasa kalau waktu itu Rp400.000 ini udah melonjak saya Rp530.000. Setiap satu orangnya,” ujar Suyanti.
Sementara itu pemudik asal Malang Dwi Ratnawati mengaku rutin pulang kampung setiap empat bulan sekali. Ia sengaja berangkat siang hari dari Terminal Kalideres karena letaknya sangat dekat dengan lokasi tempat kerjanya.
"Soalnya dari tempat kerja saya kan ini paling dekat. Dan lagi nanti ke Malang itu juga dekat sama rumah saya, jadi enak," ujar Dwi.
Dwi mengungkapkan rasa rindu berkumpul dengan anak dan suami merupakan motivasi terbesar untuk menempuh perjalanan darat. Ia sudah menyiapkan berbagai macam oleh-oleh menarik untuk dibagikan kepada seluruh anggota keluarga di wilayah Ampelgading.
"Ya pasti anak, suami. Yang paling rindu, ya rindu pengen sama keluarga aja," kata Dwi.
Ia mengatakan tiket bus menuju Jawa Timur sudah dibeli sejak awal Februari guna mengantisipasi kepadatan arus penumpang lebaran. Dwi memanfaatkan layanan pesan singkat untuk berkomunikasi langsung dengan agen bus langganan agar mendapatkan kepastian kursi.
"Kan saya punya nomornya Mbaknya yang di agen. Jadi saya tinggal telepon aja WA, sudah beli online," ucap Dwi.
Dwi berencana menghabiskan waktu liburan di kampung halaman selama 12 hari hingga akhir Maret mendatang. Ia memilih armada bus Kramat Jati karena sudah merasa sangat nyaman dengan pelayanan kru selama ini.
"Mudik sampai tanggal 28 nanti, sekitar 12 harian lah. Kalau busnya kayaknya siang sih," ujar Dwi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....