Pemprov DKI Siap Berangkatkan Puluhan Ribu Peserta Mudik Gratis Besok
- 16 Mar 2026 11:08 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta segera memberangkatkan 30.774 peserta mudik gratis dari Monas, Selasa, 17 Maret 2026. Para peserta akan diberangkatkan menggunakan 709 unit bus menuju berbagai daerah tujuan.
Kabid Angkutan Jalan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Emanuel Kristanto mengatakan bahwa program tersebut melayani berbagai kota tujuan. Melalui truk, kata dia, pengangkut sepeda motor berangkat lebih awal dari Terminal Pulogadung pada 16 Maret 2026.
"Tanggal 17 Maret akan ada pelepasan peserta mudik gratis yang menggunakan bus. Pemberangkatan akan dilaksanakan dari Monumen Nasional (Monas)," katanya saat ditemui usai Pelepasan Sepeda Motor Mudik Gratis 2026, Pulogadung, Jakarta Timur, Senin, 16 Maret 2026.
Ia menjelaskan, alasan dipilihanya titik pemberangkatan dipusatkan di kawasan Monas. Yaitu agar proses keberangkatan dapat berlangsung tertib dan terorganisir.
Menurutnya jumlah peserta program mudik gratis tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan perkiraan awal. Semula jumlah pemudik diperkirakan hanya mencapai sekitar 26.000 orang.
Namun, setelah proses pendaftaran dan verifikasi selesai, total peserta justru mengalami kenaikan. Yaitu total yang diberangkatkan mencapai 30.774 pemudik.
"Kami berharap melalui penyelenggaraan mudik gratis tahun ini. Masyarakat dapat melaksanakan perjalanan mudik dengan lebih aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan," ucapnya.
Sementara itu, jumlah peserta yang meningkat membuat Pemprov DKI Jakarta menambah armada bus. Armada tambahan tersebut digunakan untuk mengangkut pemudik ke berbagai daerah tujuan.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menjelaskan bahwa jumlah bus yang disiapkan kini mencapai 709 unit. Jumlah tersebut meningkat dari rencana awal yang hanya sebanyak 670 bus.
Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa hanya peserta yang telah melalui proses verifikasi yang diperbolehkan mengikuti keberangkatan. Keberangkatan tersebut dilakukan pada hari pelaksanaan program mudik.
"Jadi, kalau Jakarta, semuanya harus terverifikasi. Kita hanya memberangkatkan yang sudah terverifikasi. Jadi, nggak ada yang mendadak-mendadak," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....