Puncak Arus Mudik Terminal Kalideres Diprediksi Berlangsung pada 17-18 Maret 2026
- 16 Mar 2026 12:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Puncak arus mudik tahun ini di Terminal Kalideres diprediksi berlangsung pada 17 atau 18 Maret 2026. Kepala Terminal Kalideres, Nur Prasetyo, mengatakan volume pergerakan penumpang mulai menunjukkan tren penurunan signifikan dibandingkan hari sebelumnya.
“Memang diprediksi penumpang akan mulai meningkat pada 13 hingga 15 Maret 2026,” ujarnya, Senin 16 Maret 2026. “Setelah itu akan terjadi penurunan jumlah penumpang untuk kemudian naik lagi dan mencapai puncaknya pada 17-18 Maret 2026.”
Prasetyo menyatakan lonjakan keberangkatan paling tinggi sudah mulai terlihat pada periode H-6 Lebaran. Menurut dia, pertumbuhan jumlah pengguna jasa angkutan bus naik sebesar 6 persen dibandingkan tahun lalu.
"Menurut data umum memang terjadi lonjakan penumpang pada H-7 dan H-6,” ujarnya. Tahun lalu penumpang pada H-7 naik empat persen dan H-6 naik empat persen.
Prasetyo mengatakan pengelola telah memberangkatkan sekitar 5.000 pemudik dari Terminal Kalideres selama periode mudik Lebaran tahun ini. Menurut dia, sebanyak 400 armada bus telah keluar untuk mengantar penumpang menuju berbagai kota tujuan.
Tyo mengatakan provinsi Jawa Tengah dan Sumatra tetap menjadi destinasi primadona bagi warga Jakarta. Ia menyebut arus penumpang ke wilayah Jawa Tengah menjadi yang paling dominan dalam sehari.
"Dilihat dari persentase harian, penumpang lebih banyak menuju Jawa Tengah,” ujarnya. Selanjutnya disusul tujuan Sumatra, Jawa Timur, dan Jawa Barat dari Terminal Bus Kalideres.
Prasetyo menambahkan pihak terminal menyiagakan sekitar 70 unit bus bantuan guna mengantisipasi kepadatan penumpang. Menurut dia armada cadangan tersebut akan dikirimkan apabila bus reguler sudah tidak mampu menampung pemudik.
Tyo mengatakan petugas pengujian melakukan pemeriksaan kelaikan kendaraan mulai jam 08.00 WIB hingga 20.00 WIB. Hal ini wajib dilakukan sebelum bus diizinkan berangkat demi menjamin keselamatan perjalanan darat.
"Jadi, mereka juga telah membuat pos ramp check yang beroperasi dari pukul 08.00 hingga 20.00,” ujarnya. “Pos tersebut dibagi menjadi dua shift untuk melakukan pengecekan sebelum kendaraan diberangkatkan.”
Menurut Prasetyo, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) melakukan tes urin secara rutin untuk memastikan stamina serta kondisi fisik pengemudi. “Sopir yang terindikasi menggunakan narkotika atau minuman keras akan langsung diminta untuk diganti,” ujarnya.
Tyo juga mengimbau pemudik untuk selalu membeli tiket perjalanan melalui loket resmi di terminal. Menurut dia, keaslian tiket sangat penting karena mencantumkan identitas perusahaan otobus serta harga yang sah.
"Pastikan tiket tersebut merupakan tiket yang asli,” ujarnya. “Tiket harus memuat nama PO, stempel basah, serta harga yang tertera”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....