Terminal Poris Pelawad Tangerang Dibanjiri 2.000 Pemudik

  • 15 Mar 2026 05:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Tangerang - Jelang arus mudik Lebaran, Terminal Poris Plawad Kota Tangerang mulai mengalami peningkatan jumlah penumpang. Puncak arus mudik diprediksi pada 14 dan 18 Maret 2026 mendatang. Lonjakan tersebut sangat signifikan bila dibandingkan hari normal yang hanya 400-700 penumpang.

Kepala Terminal Poris Plawad Alwien Athena mengatakqn prediksi gelombang puncak arus mudik di Terminal Poris Plawad disesuaikan dengan kalender libur nasional dan cuti bersama. Ditanbah lagi adanya kebijakan Work From Anywhere (WFA) di sejumlah perusahaan maupun instansi pemerintahan.

Jumlah lonjakan penumpang pada puncak arus mudik di Terminal Poris Plawad diprediksi dapat mencapai 2.000 penumpang dari 400-700 penumpang pada hari normal. Sementara jumlah angkutan mencapai 100-150 Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) setiap harinya.

“Kami melihat arus mudik tahun ini kemungkinan besar bisa mengalami lonjakan penumpang dibandingkan tahun sebelumnya. Apalagi libur nasional, cuti bersama, sampai kelonggaran WFA di sejumlah perusahaan," ujarnya, Sabtu, 14 Maret 2026.

Hal tersebut, lanjutnya, turut memperpanjang kalender libur serta memicu peningkatan jumlah pemudik. Khususnya yang menggunakan transportasi darat melalui Terminal Poris Plawad.

Ia menuturkan berdasarkan catatan pemantauan di Terminal Poris Plawad menunjukan beberapa trayek perjalanan favorit sudah mulai diserbu para pemudik. Destinasi masih didominasi kota-kota tujuan di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatra.

“Kami terus melakukan koordinasi bersama PO (Perusahaan Otobus, Red) dan agen yang ada di sini untuk memastikan tidak ada kenaikan harga tiket yang signifikan di tengah lonjakan penumpang. Bahkan kami mengimbau kepada semua perusahaan untuk menyiapkan armada bus tambahan terutama disejumlah trayek favorit pada arus mudik tahun ini,” kata dia.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang, Achmad Suhaely mengaku pihaknya bersama kepolisian telah menyiapkan rute alternatif apabila terjadi kepadatan atau hambatan arus lalu lintas di jalur mudik. Beberapa jalur alternatif sudah diberikan petunjuk jalan dan penempatan petugas ketika adanya lonjakan kendaraan pada jalur mudik utama menuju Merak, Jakarta maupun Serpong.

Suhaley mengatakan masyarakat diperkirakan akan mulai melakukan perjalanan mudik pada akhir pekan ini karena sudah ada yang ambil cuti dan menjalankan work from anywhere (WFA).

Maka itu, kesiapan lainnya seperti pemasangan marka jalan pada beberapa jalur utama telah dilakukan. Kemudian optimalisasi pengawasan melalui CCTV pada beberapa titik.

Rekomendasi Berita