Wakapolri: H+2 Operasi Ketupat Arus Lalu Lintas Berjalan Lancar
- 14 Mar 2026 12:38 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Wakapolri Komisaris Jenderal Polisi Dedy Prasetyo mengatakan arus lalu lintas H+2 Operasi Ketupat 2026 berjalan lancar. Ia menjelaskan, pergerakan kendaraan di jalur utama menuju Jawa Tengah hingga Jawa Timur masih terkendali dengan baik.
“Secara umum arus lalu lintas pada H+2 Operasi Ketupat berada dalam kondisi sangat lancar. Volume kendaraan meningkat namun pergerakan kendaraan tetap terkendali berkat manajemen lalu lintas terencana,” ujarnya saat melakukan peninjauan di Command Center KM 29, Bekasi, Sabtu, 14 Maret 2026.
Dedy menjelaskan pemantauan dilakukan melalui udara dari Jakarta hingga KM 29 ruas tol Jakarta–Cikampek. Koordinasi juga dilakukan dengan Command Center yang memonitor arus kendaraan hingga wilayah Cirebon dan perbatasan Jawa Timur.
Menurutnya Polri menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi peningkatan volume kendaraan selama masa mudik. Langkah tersebut meliputi penerapan contraflow dan sistem one way berdasarkan analisis data lalu lintas real-time.
“Penerapan rekayasa lalu lintas tidak dilakukan secara mendadak. Contraflow biasanya disiapkan beberapa jam sebelumnya berdasarkan analisis data dari Command Center,” katanya.
Dedy menegaskan, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif selama periode mudik Lebaran tahun ini. Personel kepolisian terus melakukan pemantauan intensif di jalur tol, arteri, serta sejumlah titik penyeberangan.
“Situasi kamtibmas saat ini sangat kondusif. Pengelolaan arus mudik lebih siap dengan dukungan teknologi Command Center Mobile,” ucapnya.
Polri bersama instansi terkait akan terus memantau perkembangan arus mudik hingga hari raya tiba. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan perjalanan masyarakat tetap aman, nyaman, serta lancar hingga tujuan.
Sementara itu Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menjelaskan skema rekayasa lalu lintas selama arus mudik Lebaran. Rekayasa tersebut meliputi penerapan contraflow dan sistem one way di ruas tol Trans Jawa.
“Rekayasa lalu lintas saat arus mudik dan balik menggunakan contraflow dan one way. Skema tersebut telah diterapkan pada periode mudik tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.
Menurut Agus, penerapan rekayasa lalu lintas didasarkan pada parameter jumlah kendaraan yang melintas. Jika volume kendaraan meningkat signifikan, contraflow akan diberlakukan di ruas tol Jakarta–Cikampek.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....