KP2MI Siapkan Layanan Bandara-Perbatasan Sambut Mudik Pekerja Migran
- 14 Mar 2026 12:31 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Tangerang – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menyiagakan layanan diberbagai titik kedatangan untuk menyambut arus mudik Lebaran/Idulfitri 1447 Hijriyah. Khususnya kepulangan para Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari berbagai negara.
Direktur Layanan Pengaduan, Mediasi, dan Advokasi pada Pemberi Kerja Berbadan Hukum KP2MI, Mangiring Hasoloan Sinaga mengatakan petugas telah disiagakan disejumlah lokasi strategis. Seperti halte layanan PMI, lounge PMI di bandara, pelabuhan internasional, hingga pos lintas batas negara.
“Teman-teman pelayanan kita di lounge bandara, pelabuhan internasional, hingga pos lintas batas sudah kami siagakan. Ini arahan langsung dari Pak Menteri P2MI agar pelayanan kepada PMI yang pulang ke Tanah Air dapat berjalan optimal,” ujarnya, Sabtu 14 Maret 2026.
Bahkan, lanjutnya, KP2MI menggelar rapat persiapan penanganan kepulangan PMI menjelang hari raya dan kepulangan pekerja migran terdampak eskalasi Timur Tengah di Bandara Soekarno Hatta. "Semua stekholder hadir mulai dari Kemlu, Imigrasi, bea cukai, Kepolisian dan lainnya," kata Mangiring.
Menurutnya, petugas dilapangan akan membantu berbagai kebutuhan PMI yang baru tiba. Mulai dari proses kepulangan hingga penanganan jika terjadi kendala selama perjalanan.
“Kita sudah menyiapkan petugas dari 23 BP3MI di seluruh Indonesia. Mereka 'standby' memberikan pelayanan, termasuk jika ada PMI yang mengalami kerugian atau kendala dalam perjalanan,” ucapnya.
Terkait jumlah PMI yang diperkirakan pulang saat musim mudik tahun ini, Mangiring mengatakan, pihaknya belum memiliki angka prediksi resmi. Perkiraan tersebut biasanya dihimpun oleh Direktorat Pemulangan.
“Untuk prediksi jumlahnya biasanya dikoordinasikan dengan teman-teman di Direktorat Pemulangan. Saat ini kita belum bisa memastikan angkanya,” katanya.
Meski begitu, ia menyebut jumlah PMI yang pulang berpotensi meningkat dibanding tahun sebelumnya. Pada periode mudik Lebaran tahun lalu tercatat sekitar empat ribu lebih pekerja migran kembali ke Indonesia.
“Dengan dinamika yang terjadi di Timur Tengah, kemungkinan lonjakan jumlah PMI yang pulang bisa saja terjadi. Namun, berapa angkanya belum bisa diprediksi," kata dia.
Mangiring juga menjelaskan selama ini mayoritas PMI yang pulang saat mudik berasal dari negara-negara dengan penempatan besar pekerja migran Indonesia. “Biasanya yang paling banyak berasal dari Malaysia, kemudian Singapura, serta beberapa negara di kawasan Timur Tengah,” ucapnya.
Terkait kabar penutupan ruang udara di kawasan Timur Tengah, Mangiring memastikan hingga saat ini belum ada laporan PMI yang tertahan. “Laporan dari kementerian terkait sementara tidak ada PMI yang tertahan, bahkan kemarin ada dua penerbangan dari Ankara yang membawa PMI terdampak dan semuanya sudah difasilitasi kepulangannya,” ujarnya.
Ditambahkan Kepala BP3MI Banten, Budi Novijanto, fokus penangan dari rakor ini adalah pekerja migran yang bekerja di Timur Tengah. Karena dampak eskalasi membuat maskapai penerbangan itu membatalkan.
"Banyak membatalkan jadwal penerbangan mereka yang dari Timur Tengah. Sehingga ini menjadi permasalahan daripada pekerja migran yang bekerja di Timur Tengah untuk bisa kembali ke Indonesia, untuk mudik Lebaran," ujarnya.
Menurut informasi, lanjutnya, sementara ini sekitar ribuan yang bekerja di Timur Tengah dan kemungkinan juga belum bisa kembali untuk pulang mudik tahun ini. "Kurang lebih ya mungkin untuk pengurangan sekitar di angka 50 persen bila dibandingkan tahun lalu," kata dia.
Budi menegaskan kendala yang muncul adalah keterbatasan daripada penerbangan untuk kembali ke Indonesia. "Bila mengacu pada tahun lalu, pekerja migran paling banyak untik kawasan Timur Tengah di Arab Saudi dan juga Dubai, mereka pekerja profesional, karena jalur formal moratirium," ucap Budi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....