Jutaan Warga Diperkirakan Tak Mudik, Jakarta Antisipasi Keramaian Lebaran
- 14 Mar 2026 09:58 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Jutaan warga Jakarta diperkirakan tidak melakukan perjalanan mudik pada Lebaran 2026. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi keramaian selama libur Idulfitri.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo memperkirakan sekitar 4.024.251 warga tidak mudik tahun ini. Sementara warga Jakarta yang melakukan perjalanan mudik diprediksi mencapai sekitar 6,6 juta orang.
Karena itu, Syafrin mengimbau, warga Jakarta dan wilayah penyangga menggunakan transportasi umum menuju lokasi wisata. Pilihan transportasi publik antara lain Transjakarta dan Trans Jabodetabek.
"Ini sehubungan dengan prediksi kami sebanyak 4.024.251 warga tidak melakukan perjalanan ke luar kota Jakarta. Sementara warga yang mudik diperkirakan sekitar 6,6 juta orang," kata Syafrin, Sabtu, 14 Maret 2026.
Ia menambahkan tarif Transjakarta dan Trans Jabodetabek akan digratiskan pada hari pertama dan kedua Lebaran. Kebijakan ini diharapkan mendorong masyarakat menggunakan transportasi publik saat berwisata.
Selain itu, Jakarta juga menyiapkan program "Mudik ke Jakarta" selama periode libur Lebaran 2026. Program tersebut mengajak masyarakat menikmati suasana ibu kota yang lebih lengang.
Program bertema "Jakarta Lengang, Liburan dan Belanja Senang, Cuan Datang" menawarkan berbagai promo menarik. Diskon belanja hingga 70 persen dan transportasi publik gratis menjadi daya tarik utama.
Sejumlah lokasi wisata diperkirakan ramai pengunjung selama libur Lebaran. Di antaranya Taman Impian Jaya Ancol, Taman Margasatwa Ragunan, dan Taman Mini Indonesia Indah.
Selain itu kawasan Kota Tua Jakarta, Monumen Nasional, Kepulauan Seribu, dan kawasan PIK juga diprediksi ramai. Pusat perbelanjaan Tanah Abang, Kebon Kacang, dan Glodok juga menjadi tujuan favorit.
Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas, Dishub DKI menyiapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik wisata. Salah satunya penerapan contra flow di kawasan yang mengalami lonjakan kendaraan.
Dishub DKI juga menyiagakan sebanyak 2.082 personel selama periode Angkutan Lebaran 2026. Selain itu disiapkan 90 mobil patroli, 90 mobil derek, 240 rambu portabel, dan 1.350 traffic cone.
Sebelumnya, pemerintah juga memprediksi puncak arus mudik tahun ini diperkirakan terjadi dalam dua gelombang. Gelombang pertama diprediksi berlangsung pada 14-15 Maret, dan gelombang kedua diperkirakan berlangsung 18-19 Maret 2026.
Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memprediksi mobilitas masyarakat mencapai ratusan juta perjalanan. Pergerakan terbesar diperkirakan menuju sejumlah wilayah di Pulau Jawa.
"Lalu untuk arus baliknya, puncaknya diperkirakan akan jatuh pada tanggal 24, 25 Maret. Lalu yang kedua di tanggal 28 dan 29 Maret," ucap AHY dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026.