Insentif Mudik 2026 Naik 30 Persen Dongkrak Ekonomi Berbagai Desa

  • 13 Mar 2026 22:27 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah menaikkan stimulus ekonomi bidang transportasi hingga 30 persen demi mendorong pergerakan masyarakat. Kebijakan ini diharapkan menggerakkan roda perekonomian pada berbagai desa yang menjadi tujuan utama pemudik.

"Bahkan jumlahnya lebih besar dibandingkan tahun lalu. Persentase yang dulu 20 persen menjadi 30 persen dan ini akan disikapi oleh masyarakat-masyarakat kita dengan berbondong-bondong untuk pulang mudik," ujar Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Suntana saat memberikan sambutan dalam Apel Gelar Pasukan Angkutan Lebaran 2026 di halaman Stasiun Gambir di wilayah Jakarta Pusat, Jumat pagi, 13 Maret 2026.

Menurut Suntana, kenaikan nilai subsidi tiket diyakini mampu memicu minat belanja masyarakat. Hal tersebut dapat memiliki efek dominopositif bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

"Karena mudik itu bukan hanya bagian dari tugas sosial. Ada silaturahmi, ada amal jariyah di situ. Dan yang paling penting, mudik juga bisa menggerakkan ekonomi di kampung-kampung yang akan berangkatan," ujarnya.

Perusahaan penyedia jasa transportasi kini telah menyiapkan kuota tiket jumlah besar demi mendukung penuh kebijakan pemerintah. Manajemen berkoordinasi secara intensif guna menjamin kelancaran arus penumpang pada periode sibuk menjelang perayaan hari Idulfitri.

"Kami menyiapkan lebih dari 1,2 juta (kursi-red) penumpang untuk men-support 30 persen dari yang disiapkan oleh pemerintah melalui stimulus 30 persen itu ekonomi komersial itu 1,2 (juta tiket). Dan ini adalah tiket-tiket yang memang duluan habis, walaupun masih ada yang tersedia. Itu kontra ya, kontra terhadap mudik dan juga arus balik, tapi ini sudah semakin sedikit gitu," kata VP Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (KAI) Anne Purba.

Skema penyesuaian tarif tiket tersebut tetap berlaku rute reguler guna menjamin keterjangkauan harga bagi seluruh masyarakat. Kapasitas angkut penumpang diprediksi akan terus melonjak secara dinamis pada berbagai rute favorit pemudik di Pulau Jawa.

"Dan kita juga kan menjalankan di luar 30 persen itu ada diskon-diskon spesial yang sudah kita jual juga dan kereta penyesuaian tarif itu tetap jalan seperti reguler. Jawa Tengah (menjadi tujuan-red) nomor satu, terutama Yogya, Solo, ini adalah tujuan nomor satu, kemudian Jawa Timur," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) memastikan kesiapan fasilitas pelayanan publik berjalan secara optimal. Evaluasi terhadap seluruh layanan transportasi massal tersebut bertujuan guna menjamin kenyamanan para pemudik saat menggunakan angkutan.

"Hari ini saya ke Gambir untuk melihat pelayanan publik, karena memang berdasarkan Undang-Undang Pelayanan Publik, Kementerian PANRB memang diberi tugas untuk melakukan evaluasi terhadap layanan-layanan publik yang disediakan oleh pemerintah maupun BUMN. Dan hari ini saya bekerja sama dengan KAI tentunya ingin melihat bagaimana pelaksanaan angkutan mudik pada pagi hari ini," kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini.

Ia menegaskan instansi pemerintah wajib memastikan seluruh layanan publik esensial pada sektor kesehatan serta transportasi terus beroperasi penuh.

Rekomendasi Berita