KAI Gelar Apel Pasukan Angkutan Lebaran untuk Menjamin Keamanan Mudik

  • 13 Mar 2026 17:44 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) melaksanakan Apel Gelar Pasukan Angkutan Lebaran pada Jumat pagi, 13 Maret 2026. Kegiatan ini berlangsung di area halaman Stasiun Gambir Jakarta.

Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Suntana bertindak menjadi pembina pada upacara apel tersebut. Agenda ini dilakukan untuk melakukan pengecekan terhadap kesiapan operasional guna menyambut lonjakan arus mudik tahun 2026.

“Saya menekankan bahwa keselamatan adalah harga mati. Seluruh sarana dan prasarana harus dipastikan dalam kondisi andal melalui pemeriksaan yang detail, sementara keamanan jalur, stasiun, and perlintasan sebidang perlu mendapat perhatian khusus. Seluruh personel juga harus siaga memberikan pelayanan yang responsif dan humanis agar perjalanan masyarakat selama Angkutan Lebaran dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar,” ujar Suntana dalam amanatnya.

Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menyebut masa Angkutan Lebaran berlangsung selama 22 hari. KAI Group menyiapkan kapasitas angkut hingga mencapai 61.808.188 pelanggan selama periode libur panjang perayaan hari Idulfitri.

Jumlah total kapasitas angkut tersebut mengalami kenaikan sebesar 5,4 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya. KAI menyediakan sekitar 4,5 juta tempat duduk untuk mendukung operasional layanan perjalanan kereta api jarak jauh.

Pemerintah memberikan stimulus berupa potongan harga tiket mencapai 30 persen bagi jutaan kursi kelas ekonomi komersial. Program stimulus transportasi tersebut menyasar calon penumpang pada rentang waktu tanggal 14-29 Maret 2026.

KAI bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah melakukan pemeriksaan sarana serta prasarana secara sangat detail. Penempatan sebanyak 3.028 petugas tambahan juga bertujuan guna memperkuat sisi pengamanan di berbagai wilayah operasi kereta.

KAI telah memperkuat Rail Ticketing System guna menangani lonjakan transaksi pemesanan tiket oleh jutaan calon pemudik. Sistem ini mampu melayani antrean hingga sebanyak 25.000 transaksi setiap satu menit agar proses pemesanan lancar.

Penjualan tiket Angkutan Lebaran per tanggal 13 Maret 2026 pagi tercatat telah mencapai sebanyak 2.822.637 tiket. Jumlah reservasi tiket diprediksi terus meningkat signifikan saat sudah mulai memasuki puncak masa libur Lebaran di Indonesia.

“Angkutan Lebaran merupakan momentum mobilitas nasional dengan volume perjalanan yang sangat tinggi. Seluruh persiapan kami arahkan agar masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman, nyaman, dan tepat waktu. Dukungan seluruh pihak serta kedisiplinan masyarakat, termasuk saat melintas di perlintasan sebidang, menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran perjalanan kereta api selama masa Angkutan Lebaran,” ujar Bobby.

Rekomendasi Berita