Korlantas Gunakan Teknologi Canggih Pantau Arus Mudik Lebaran

  • 13 Mar 2026 08:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho memperkenalkan Command Center KM 29 Tol Cikampek. Fasilitas ini digunakan memantau arus mudik Lebaran 2026 secara real time menggunakan teknologi digital canggih.

"Command Center menampilkan pantauan CCTV serta peta jalur mudik nasional. Layar besar ini memperlihatkan kondisi lalu lintas di berbagai titik strategis secara bersamaan," ujarnya saat memperlihatkan fasilitas Command Center KM 29 kepada wartawan, Kamis, 12 Maret 2026.

Ia menjelaskan, petugas juga dapat memantau situasi di kawasan pelabuhan dari pusat kendali tersebut. Salah satunya kondisi kendaraan di Pelabuhan Merak yang dapat terlihat secara real time.

“Termasuk di samping tempat ini untuk memantau, kami juga punya teknologi namanya drone patroli presisi. Teknologi ini membantu petugas memantau kondisi lalu lintas secara langsung dari udara,” ujarnya.

Ia menambahkan, anggota di lapangan juga dilengkapi perangkat body camera saat patroli. Perangkat tersebut digunakan untuk memantau situasi sekaligus mendukung pengambilan keputusan di lapangan.

“Operasi Ketupat tahun ini bukan hanya operasi lalu lintas. Tetapi juga memastikan negara hadir menjaga momentum sosial dan spiritual masyarakat,” katanya.

Petugas memantau kondisi arus mudik melalui layar CCTV di Command Center KM 29 Tol Cikampek, Kamis, 12 Maret 2026. Teknologi ini digunakan untuk memantau lalu lintas secara real time selama Operasi Ketupat 2026 (Foto: RRI/Yusuf Bagus)

Direktur Operasi dan Transformasi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Rio Lasse mengatakan penyeberangan Merak–Bakauheni menerapkan skema tarif tunggal. Kebijakan ini dilakukan dengan meniadakan tiket eksekutif selama periode angkutan Lebaran 2026.

“Harapannya untuk kelancaran proses muat kendaraan ke atas kapal. Jadi pengguna jasa tidak perlu memilih layanan eksekutif,” ujarnya.

Rio Lasse menjelaskan kebijakan tersebut membuat harga tiket lebih murah bagi masyarakat. Penumpang bahkan dapat menikmati tarif sekitar 51 persen lebih rendah dari layanan sebelumnya.

Ia menambahkan, kebijakan tersebut juga mengantisipasi lonjakan penumpang selama periode arus mudik Lebaran. ASDP memprediksi jumlah penumpang kapal feri mencapai sekitar 5,8 juta orang di berbagai lintasan nasional.

Rekomendasi Berita