Kakorlantas Pastikan Ribuan Personel Siap Kawal Arus Mudik Lebaran

  • 13 Mar 2026 08:32 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Bekasi - Menjelang dimulainya Operasi Ketupat 2026, Korlantas Polri mengerahkan ribuan personel untuk mengawal arus mudik Lebaran 2026. Hal ini disampaikan Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho, disela doa bersama di Command Center KM 29 Tol Jakarta–Cikampek, Jawa Barat, Kamis 12 Maret 2026.

Irjen Agus menyampaikan bahwa mulai Jumat 13 Maret 2026 malam, pihaknya sudah bersiaga di lapangan. Guna memantau pergerakan arus mudik Lebaran.

“Tadi sore juga sudah dilakukan gelar pasukan oleh Pak Kapolri dan Panglima TNI. Artinya malam ini kita sudah insert, sudah standby di seluruh titik untuk memantau arus lalu lintas dan juga menjaga harkamtibmas,” kata Agus.

Operasi Ketupat 2026 sendiri akan berlangsung mulai Jumat 13 hingga 25 Maret 2026. Operasi ini bertujuan memastikan kelancaran arus mudik dan arus balik serta menjaga keamanan masyarakat selama periode libur Idulfitri.

Menurut Agus, seluruh skenario cara bertindak (CB) telah disiapkan bersama para pemangku kepentingan. Guna memastikan negara hadir memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Terlebih, tahun ini Operasi Ketupat beriringan dengan momentum Ramadan, Idulfitri, hingga perayaan Nyepi. “Moga-moga dengan doa bersama ini Operasi Ketupat 2026 lebih baik," ucapnya.

"Negara punya tujuan luar biasa bagi masyarakat yang berangkat ke kampung halaman. Karena Operasi Ketupat adalah perjalanan rindu,” ujarnya menambahkan.

Sementara, Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono memastikan seluruh ruas tol siap melayani pemudik yang diprediksi mulai meningkat pada Jumat (13/3). Bahkan, ruas Tol Japek II Selatan dinyatakan siap digunakan secara fungsional.

“Jasa Marga seluruh ruasnya siap, bahkan dalam dua hari terakhir sempat difungsionalkan. Termasuk Japek II Selatan juga kami nyatakan siap,” kata Rivan.

Sementara itu, dari sisi penyeberangan, PT ASDP Indonesia Ferry melakukan terobosan dengan menerapkan sistem single ticketing di lintas Merak–Bakauheni. Melalui kebijakan ini, kategori tiket eksekutif dihapus dan seluruh layanan disamakan menjadi tiket reguler.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan kebijakan tersebut dilakukan agar pergerakan kendaraan di pelabuhan menjadi lebih fleksibel. Pihaknya ingin pelayanan mudik tahun ini berjalan lebih baik lagi.

“Kepada masyarakat yang ingin menyeberang dari Jawa menuju Sumatera, silakan memilih waktu secara fleksibel karena tidak ada lagi tiket eksekutif. Semua kita layani dengan baik dan diarahkan ke seluruh dermaga yang tersedia,” katanya.

Rekomendasi Berita