Operasi Ketupat 2026 Mulai Berjalan, Siapkan Rekayasa Lalin Berbasis Teknologi

  • 13 Mar 2026 00:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Polri menyiapkan rekayasa lalu lintas (Lalin) berbasis teknologi untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan saat mudik Lebaran 2026. Langkah ini menjadi bagian dari pelaksanaan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat 2026 yang akan berlangsung hingga 25 Maret.

Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan, pemantauan lalu lintas dilakukan secara real time. Pemantauan dilakukan menggunakan drone, kamera pengawas, serta body camera anggota di lapangan.

“Operasi Ketupat menggunakan dukungan teknologi untuk memantau lalu lintas secara real time. Kami memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal,” ujarnya kepada wartawan, Jakarta, Kamis, 12 Maret 2026.

Ia menjelaskan, rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan one way akan diterapkan secara situasional. Kebijakan tersebut didasarkan pada parameter jumlah kendaraan melalui sistem traffic counting.

“Jika volume kendaraan mencapai 5.500 kendaraan per jam, contraflow lajur pertama diberlakukan. Jika meningkat hingga 6.500 kendaraan per jam, contraflow diperluas menjadi dua lajur,” katanya.

Jika kondisi lalu lintas masih padat, Polri akan memberlakukan one way tahap pertama. Rekayasa tersebut berlaku dari kilometer 70 hingga kilometer 236 menuju Jawa Tengah.

Selain jalan tol, rekayasa lalu lintas juga diterapkan pada sejumlah jalur arteri dan kawasan wisata. Salah satunya di kawasan Gadog menuju Puncak pada akhir pekan.

"Pengaturan tersebut diberlakukan secara situasional berdasarkan volume kendaraan yang melintas. Evaluasi juga dilakukan pada sore hari untuk menyesuaikan kondisi lalu lintas," ujarnya.

Pengaturan serupa disiapkan di jalur Bogor–Sukabumi (Bocimi) serta sejumlah titik rawan kepadatan. Termasuk kawasan wisata di Malang Raya dan simpul kendaraan Mengkreng, Jawa Timur.

“Seluruh skenario rekayasa lalu lintas sudah kami siapkan melalui survei lapangan. Tactical floor game juga dilakukan agar pelaksanaan Operasi Ketupat berjalan optimal,” ujarnya.

Agus menegaskan, Operasi Ketupat tidak hanya berfokus pada pengaturan lalu lintas. Polri juga memastikan kegiatan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri berlangsung aman.

“Kehadiran anggota Polri harus menjamin masyarakat berangkat mudik dengan aman. Mereka juga harus tiba di tujuan dan kembali dengan selamat,” ujarnya.

Polri berharap seluruh kesiapan tersebut mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026. Dengan demikian masyarakat dapat merasakan mudik aman dan keluarga bahagia.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan keberhasilan Operasi Ketupat menjadi tanggung jawab seluruh personel yang bertugas. Ia meminta jajaran meningkatkan soliditas dan sinergi selama pengamanan arus mudik dan balik Lebaran.

"Keberhasilan Operasi Ketupat merupakan tanggung jawab kita bersama. Untuk itu terus tingkatkan soliditas dan sinergisitas dalam setiap pelaksanaan tugas," ujarnya.

Dalam hal tersebut, Kapolri mengarahkan seluruh jajaran mewujudkan tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”. Arahan tersebut bertujuan memastikan masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dengan aman dan nyaman.

Rekomendasi Berita