Kapolri Pimpin Apel Operasi Ketupat 2026, Pastikan Kesiapan Pengamanan Mudik
- 12 Mar 2026 16:54 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026. Apel tersebut digelar serentak sebagai kesiapan pengamanan mudik Lebaran di seluruh Indonesia.
Dalam sambutannya, Kapolri menegaskan apel gelar pasukan menjadi bentuk pengecekan kesiapan personel dan sarana. Menurutnya, kegiatan tersebut juga menunjukkan komitmen sinergi lintas sektor mengamankan mudik Idulfitri.
“Apel gelar pasukan ini merupakan bentuk pengecekan kesiapan personel dan sarana. Sekaligus wujud sinergisitas lintas sektor dalam Operasi Ketupat 2026,” ujarnya dalam apel gelar pasukan Operasi Ketupat di Monumen Nasional, Jakarta, Kamis, 12 Maret 2026.
Kapolri menjelaskan, Operasi Ketupat 2026 akan dilaksanakan selama 13 hari. Operasi tersebut berlangsung mulai 13 hingga 25 Maret 2026.
Dalan hal itu, Polri menyiagakan 161.243 personel gabungan dalam operasi tersebut. Personel berasal dari Polri, Tentara Nasional Indonesia (TNI), serta berbagai instansi terkait.
“Operasi Ketupat 2026 melibatkan 161.243 personel gabungan. Seluruh personel akan ditempatkan pada berbagai titik pengamanan strategis,” ucapnya.
Polri juga menyiapkan 2.746 pos pengamanan yang tersebar di jalur mudik nasional. Pos tersebut terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu.
Pos-pos tersebut akan melayani masyarakat di rest area, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, hingga tempat wisata. Keberadaan pos juga menjadi pusat informasi bagi pemudik.
Kapolri menjelaskan potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran tahun ini mencapai 143,9 juta orang. Data tersebut berdasarkan survei Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub).
“Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada pertengahan Maret. Sedangkan puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada akhir Maret,” katanya.
Sementara itu, Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal TNI Agus Subiyanto menegaskan kesiapan TNI mendukung pengamanan mudik nasional. Menurutnya sinergi TNI dan Polri menjadi kunci keberhasilan Operasi Ketupat.
“TNI siap mendukung pengamanan Operasi Ketupat 2026 bersama Polri. Sinergi TNI-Polri penting menjaga keamanan masyarakat selama mudik,” ujarnya.
Ia mengatakan, TNI akan menyiagakan personel di berbagai titik pengamanan strategis. Personel tersebut akan membantu kelancaran arus mudik serta menjaga stabilitas keamanan nasional.
"Kerja sama TNI dan Polri harus terus diperkuat. Kolaborasi tersebut penting untuk memastikan masyarakat dapat mudik dengan aman dan nyaman, " ucapnya.