KAI Commuter Tambah Kapasitas Perjalanan Hadapi Angkutan Lebaran 2026
- 12 Mar 2026 01:18 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta Pusat - KAI Commuter menambah frekuensi perjalanan kereta guna mengakomodasi lonjakan mobilitas masyarakat pada masa libur nasional Lebaran 2026. Strategi penambahan kapasitas tersebut mencakup rute utama Jabodetabek serta beberapa jalur strategis penting menuju Bandara Soekarno-Hatta.
Perusahaan transportasi itu mempersiapkan personel lapangan untuk mengawal kenaikan jumlah penumpang pada 18 hari masa operasional khusus. Operator kereta memproyeksikan volume pengguna harian akan meningkat drastis hingga mencapai angka puluhan juta orang saat lebaran.
"Secara kapasitas, kami akan mengoperasikan untuk Commuter Line Jabodetabek sebanyak 1.065 perjalanan KA per hari. Ini ada peningkatan dua KA dibandingkan Angkutan Lebaran di tahun 2025, di mana di 2025, kami menjalankan 1.063 KA," ujar VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda.
"Untuk tambahan dua KA itu beroperasi untuk lintas Rangkasbitung dan Tanah Abang. Kemudian untuk Commuter Line lokal Merak, ini kita tetap mengoperasikan 14 KA per hari," kata Karina di Stasiun Juanda Jakarta Pusat, Rabu, 11 Maret 2026.
Fasilitas penunjang di stasiun strategis Bogor serta Rangkasbitung terus dibenahi demi menjaga kenyamanan masyarakat saat bepergian nanti. Pengaturan alur manusia kini menjadi fokus utama perusahaan supaya keamanan setiap perjalanan penumpang tetap terjamin secara maksimal.
Sementara itu, di lokasi yang sama berlangsung penandatanganan Nota Kesepahaman antara KAI Commuter dengan Bank Syariah Nasional (BSN). Kolaborasi ini juga meliputi peluncuran produk Kartu Multi Trip (KMT) baru yang menyasar jutaan pengguna kereta harian.
"Tentu banyak hal yang dapat dikolaborasikan mulai dari co-branding yang akan kita tanda tangankan hari ini. Kemudian kerja sama top up saldo di aplikasi Bale Syariah ataupun kerja sama-kerja sama perbankan yang lainnya," ujar Direktur Utama PT Kereta Commuter Indonesia Mochamad Purnomosidi, Rabu.
"Mari kita ciptakan ekosistem pembayaran yang terintegrasi yang aman, nyaman dan dapat dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat," ucap Purnomosidi.
Integrasi teknologi sistem pembayaran diharapkan bisa menghilangkan berbagai kendala administratif selama proses pembelian tiket perjalanan transportasi massal. Pengembangan fasilitas tersebut merupakan langkah adaptasi kemajuan teknologi modern untuk menghubungkan seluruh wilayah penyangga di Jakarta.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....