KemenPU Siapkan 496 Posko Mudik Pastikan Kelancaran Infrastruktur Lebaran 2026
- 11 Mar 2026 20:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan 496 posko mudik gabungan untuk mendukung kelancaran infrastruktur selama periode mudik Lebaran 2026. Posko tersebut disebar di berbagai wilayah Indonesia untuk memastikan kondisi jalan tetap
“Sebagai dukungan pelayanan kepada masyarakat, Kementerian Pekerjaan Umum telah menyiapkan kurang lebih 496 posko mudik gabungan. Ini tersebar di berbagai wilayah Indonesia mulai dari H-10 sampai dengan H+10,” ucap Menteri PU, Dody Hanggodo saat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026.
Menurutnya, posko tersebut merupakan gabungan dari Direktorat Jenderal Bina Marga, Sumber Daya Air (SDA), dan Cipta Karya. Posko tersebut berperan memastikan kondisi jalan tidak terganggu oleh potensi bencana hidrometeorologi selama periode mudik Lebaran.
“Kesiapan infrastruktur pada periode mudik tidak hanya ditentukan oleh kondisi fisik jalan. Tapi juga sangat dipengaruhi oleh kecepatan sistem merespons apabila terjadi gangguan di lapangan,” ujarnya.
Selain menyiagakan posko mudik, Kementerian PU juga memetakan berbagai titik rawan pada jaringan jalan nasional. Tercatat terdapat 591 titik rawan banjir, 1.277 titik rawan longsor, 15 titik rawan rob, serta ratusan titik rawan kemacetan.
Untuk mempercepat penanganan di lapangan, Kementerian PU juga menyiapkan 1.461 unit disaster relief unit (DRU) yang dapat dimobilisasi sewaktu-waktu. Peralatan tersebut disiapkan untuk mendukung penanganan darurat apabila terjadi gangguan selama periode mudik Lebaran.
Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan hasil survei pergerakan masyarakat pada angkutan Lebaran 2026 mencapai 50,60 persen penduduk Indonesia. Jumlah tersebut setara sekitar 143,91 juta orang dan turun 1,75 persen dibandingkan survei angkutan Lebaran 2025.
“Hasil survei pergerakan masyarakat pada angkutan Lebaran tahun 2026, tercatat mencapai 50,60 persen penduduk Indonesia atau setara dengan 143,91 juta orang. Angka ini menurun sebesar 1,75 persen dibandingkan hasil survei angkutan Lebaran tahun 2025,” ujarnya.
Dudy menjelaskan realisasi pergerakan masyarakat pada masa Lebaran 2025 menunjukkan mobilitas biasanya melampaui angka yang diperkirakan survei. Ia juga memaparkan gambaran daerah asal serta tujuan perjalanan masyarakat secara nasional selama periode mudik Lebaran.
Menurutnya pergerakan terbesar secara nasional berasal dari Jawa Barat sekitar 30,97 juta orang penduduk Indonesia. Wilayah berikutnya adalah DKI Jakarta dan Jawa Timur yang juga mencatat jumlah pergerakan cukup besar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....