Mudik Lebaran, Jasa Marga Prediksi 3,5 Juta Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek

  • 10 Mar 2026 16:36 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Kota Bekasi- PT Jasa Marga Tbk (JSMR) memprediksi sebanyak 3,5 juta kendaraan akan meninggalkan Jabodetabek pada periode mudik lebaran 2026. Dengan sebaran ketiga titik yaitu, Merak, arah Timur (Trans Jawa dan Cipularang) dan Bogor.

Menurut Direktur Utama PT Jasa Marga, Rivan Purwantono, mengatakan, sebaran ke arah Merak berkisar 28 persen. Sementara ke arah Timur mencapai 50 persen dan sisanya 20 persen ke arah Bogor.

Rivan menyebut, Jasa Marga memprediksi adanya adanya potensi kepadatan di Kilometer 66. Yang ini disebabkan oleh banyaknya kendaraan yang ke arah Timur.

"Untuk ke arah Timur itu terbagi menjadi dua. 57 persen ke arah Trans Jawa dan 42 persen lebih ke Cipularang," katanya, saat menggelar jumpa pers di Kantor JTMC Jasa Marga, Bekasi, Selasa, 10 Maret 2026.

Rivan mengatakan, arus mudik sendiri diprediksi akan mulai terjadi pada Jumat 13 Maret 2026. Sedangkan puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026.

"Puncak arus mudik yang akan terjadi pada tanggal 18 Maret, tapi kami perkirakan akan mundur mulai hari Jumat ini. Dengan adanya liburan yang panjang ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan perjalanan," katanya.

Rivan juga mengatakan, untuk saat ini Jasa Marga mencatat sudah mulai terjadi pergerakan kendaraan sejak H 26 sampai H-20 . Di mana ada peningkatan sekitar 3,26 persen dari waktu normal atau meningkat 4,15 persen dari tahun sebelumnya.

"Jadi sudah ada peredaran dibanding dengan normal. Jadi meningkatnya sekitar 3,26 persen dari H 26 sampai H-20 dan meningkat dari tahun sebelumnya 4,15 persen," katanya.

Defensive Driving Instructur, Rifat Sungkar, yang hadir dalam jumpa pers tersebut berpesan kepada para pemudik agar melakukan persiapan ekstra. Pasalnya mudik kali ini berbarengan dengan musim penghujan di mana curah hujan masih tinggi.

Oleh karena itu, ia mengingatkan agar para pemudik mempersiapkan sejumlah perlengkapan kendaraan yang bersinggungan dengan air. Mulai dari ban, air water dan perlengkapan lain termasuk mempersiapkan diri dalam kondisi darurat.

"Kunci kesuksesan mudik juga bergantung pada rute perjalanan, biasanya kita hanya punya satu opsi. Tapi dengan adanya aplikasi Travoy dari Jasa Marga ini akan membantu, memungkinkan kita memiliki beberapa opsi perjalanan," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....