Peneliti Soroti Risiko Cuaca Esktrem saat Mudik Lebaran

  • 09 Mar 2026 22:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta: Cuaca ekstrem menjadi perhatian serius bagi sektor transportasi. Kondisi ini dinilai masuk kategori kedaruratan bagi keselamatan perjalanan.

Peneliti dari Inisiatif Strategis untuk Transportasi (Instran), Deddy Herlambang, menyebut cuaca buruk berdampak langsung pada infrastruktur transportasi. Risiko terbesar muncul pada jaringan jalan dan jalur kereta api.

Menurut Deddy, hujan berkepanjangan dapat mempercepat kerusakan jalan. Aspal akan mudah mengelupas dan memicu terbentuknya lubang berbahaya bagi pengguna kendaraan.

“Ketika hujan terjadi setiap hari, kualitas aspal bisa menurun dan membuat jalan berlubang,” kata Deddy, dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Senin, 9 Maret 2026. Ia menambahkan kondisi itu berisiko merusak kendaraan, hingga memicu kecelakaan bagi pengendara motor.

Selain jalan, jalur kereta api juga rentan terhadap banjir dan longsor. Infrastruktur rel, lanjutnya, bersifat statis, sehingga kereta tidak dapat menghindari wilayah terdampak bencana.

“Kalau jalan masih bisa berbalik arah mencari rute lain, tapi kalau kereta tidak bisa,” ujar Deddy. Akibatnya, banjir dapat memicu pembatalan perjalanan kereta atau pengalihan rute.

Ia mencontohkan jalur lintas utara yang sering terdampak banjir. Perjalanan kereta, menurutnya, terkadang harus memutar melalui Solo atau Yogyakarta, sehingga waktu tempuh menjadi lebih lama.

“Kondisi seperti ini akan semakin rumit saat masa mudik nanti” katanya. Pasalnya saat masa mudik terjadi penambahan perjalanan kereta yang dapat meningkatkan beban infrastruktur.

Deddy menyarankan operator kereta meningkatkan mitigasi berbasis prakiraan cuaca. Pemetaan hujan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) perlu dimanfaatkan secara intensif.

Ia juga menilai kebijakan diskon tiket kereta perlu diimbangi dengan peningkatan perawatan infrastruktur. “Subsidi jangan hanya untuk sarana, tetapi juga perawatan rel dan prasarana,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah dapat memperkuat skema perawatan rel melalui program Infrastructure Maintenance and Operation. Langkah ini penting untuk mengantisipasi banjir yang berulang setiap musim hujan.

Deddy menambahkan perawatan rel saat ini masih bersifat konvensional. Ia mendorong pembangunan tanggul penahan banjir dan peningkatan sistem drainase di jalur-jalur rawan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....