Pertamina NRE Aktifkan Satgas Rafi Jaga Stabilitas Energi Bersih

  • 07 Mar 2026 23:29 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Pertamina New & Renewable Energy (NRE) mengaktifkan Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2026. Langkah itu dilakukan demi menjaga stabilitas pasokan energi bersih nasional menjelang hari raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Perusahaan energi hijau tersebut menyiagakan personel ahli untuk memantau operasional pembangkit selama periode krusial Ramadan berlangsung secara intensif. Satuan Tugas atau Satgas tersebut bertugas memastikan seluruh aset operasional tetap berjalan dengan sangat andal serta aman.

"Pengaktifan Satgas Rafi sangat vital guna memastikan seluruh aset dan operasional energi bersih yang dikelola Pertamina NRE tetap berjalan andal dan aman, sehingga dapat terus mendukung pasokan listrik nasional selama Ramadan hingga Idulfitri," ujar Pjs Corporate Secretary Pertamina NRE Rika Gresia Wahyudi pada Sabtu, 7 Maret 2026.

Pertamina NRE memanfaatkan sistem New Renewable Energy Optimization and Visualization (NOVA) untuk memantau seluruh aset operasional secara jauh. Sistem canggih yang disebut NOVA itu memungkinkan pengawasan terintegrasi langsung dari kantor pusat perusahaan di wilayah Jakarta.

Tim operasional wilayah kerja melakukan pemantauan selama 24 jam melalui ruang kendali pada periode yang sangat krusial. Perusahaan juga menyiapkan mekanisme tanggap darurat guna koordinasi penanganan keadaan kritis bersama berbagai pihak terkait secara cepat.

Pertamina NRE saat mengaktifkan Satgas Rafi pada Selasa, 3 Maret 2026. (Foto: RRI/Danang Sundoro)

Pertamina NRE memanfaatkan sistem New Renewable Energy Optimization and Visualization (NOVA) untuk memantau aset operasi perusahaan. Sistem NOVA memungkinkan pemantauan terintegrasi langsung dari kantor pusat Pertamina NRE di Jakarta terhadap seluruh aset operasi.

Perusahaan juga menyiapkan kebutuhan personel dan memastikan kesiapan operator menjalankan tugas selama periode RAFI 2026 berlangsung. Pertamina NRE menyiapkan mekanisme tanggap darurat untuk koordinasi penanganan keadaan kritis bersama pihak terkait selama operasional berlangsung.

Pertamina NRE mengelola portofolio energi bersih dengan total kapasitas terpasang mencapai 2,551 gigawatt di berbagai wilayah operasional. Portofolio tersebut mencakup pembangkit berbasis surya panas bumi gas alam serta biogas yang dikelola perusahaan saat ini.

Kontribusi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berasal dari 261 unit dengan kapasitas total 55,69 megawatt. Unit pembangkit tersebut tersebar di berbagai wilayah operasional untuk mendukung kebutuhan energi masyarakat selama periode RAFI berlangsung.

Anak usaha PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mengelola enam wilayah kerja panas bumi. Wilayah kerja tersebut berada di Kamojang dan Karaha (Jawa Barat), Ulubelu (Lampung), Lahendong (Sulawesi Utara). Diikuti, Lumut Balai (Sumatera Selatan), serta Sibayak (Sumatera Utara).

Pertamina NRE melalui afiliasi PT Jawa Satu Power (JSP) mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) berkapasitas 1.760 megawatt. Selain itu perusahaan juga mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) dengan kapasitas 2,4 megawatt.

Secara umum, Pertamina menjamin ketersediaan BBM untuk masyarakat luas, aman disepanjang Ramadan dan Idul Fitri 2026. "Stok BBM, LPG, dan avtur sudah aman dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia selama Ramadhan dan Idul Fitri,” kata Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron dalam acara "Silaturahmi dan Buka Puasa Pertamina Group bersama jurnalis" di Jakarta, Selasa 3 Maret 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....