Mudik Lebaran 2026, Komisi V DPR Ingatkan Perketat Pengawasan Transportasi ODOL

  • 05 Mar 2026 14:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda mengingatkan, pentingnya memperketat pengawasan transportasi menjelang arus mudik Lebaran 2026. Terutama, terkait lonjakan harga tiket, kendaraan 'over dimension over load' (ODOL), hingga tingginya angka kecelakaan pemudik sepeda motor.

Politikus PKB ini mengatakan, pemerintah harus memastikan tarif tiket transportasi tetap terkendali. Semua itu, demi masyarakat tidak terbebani saat ingin pulang ke kampung halaman.

“Jangan sampai masyarakat ingin mudik tapi terhalang tiket yang naik. Pertemuan keluarga yang sudah setahun ditunggu tidak boleh terganggu karena hal ini,” kata Syaiful dalam forum Dialektika Demokrasi bertajuk 'Sinergi Pemerintah dan Stakeholder Buat Mudik 2026 Aman dan Nyaman' di Gedung DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 5 Maret 2026.

Menurutnya, Parlemen menyorot tajam keberadaan kendaraan besar yang melanggar aturan dimensi dan muatan atau ODOL. Kendaraan jenis ini, dinilai kerap menjadi penyebab kecelakaan serta kerusakan jalan, sehingga perlu penindakan tegas di lapangan.

"Waspadai potensi gangguan layanan transportasi, termasuk keterlambatan jadwal perjalanan, terutama di sektor penerbangan. Koordinasi antarinstansi harus diperkuat untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat selama periode mudik," ujar Syaiful.

Ia mengatakan, maraknya isu angkutan mudik ilegal atau yang disebutnya sebagai 'angkutan umum zombie'. Modus ini, biasanya menggunakan mobil pribadi atau kendaraan perusahaan yang dioperasikan layaknya angkutan umum tanpa pengawasan keselamatan yang memadai.

“Beberapa kecelakaan fatal beberapa tahun lalu terjadi karena kendaraan semacam ini beroperasi bolak-balik tanpa pengawasan. Ini harus diawasi secara langsung,” ujar Syaiful.

Di tempat yang sama, Korlantas Mabes Polri telah merampungkan persiapan Operasi Ketupat untuk menyambut musim mudik Lebaran 2026. Korlantas Polri memprediksi, adanya empat gelombang puncak pergerakan masyarakat momen Lebaran 2026.

"Dua saat mudik dan dua saat balik, serta kesiapan 10 jalan tol fungsional di Jawa. Polri berkomitmen memastikan perjalanan pulang kampung berjalan lancar, aman, dan bebas dari potensi kriminalitas," kata Direktur Tindak Pidana Umum (Dirgakum) Korlantas Mabes Polri, Brigjen (Pol) Faizal.

Ia menyoroti, keberhasilan Operasi Ketupat tahun 2024-2025 yang mendapatkan apresiasi luas dari masyarakat dan pemerintah. Indikatornya sangat bagus, dimana jumlah pelanggaran, laka lantas, hingga kejadian kriminalitas semuanya mengalami penurunan.

Untuk tahun 2026, Polri memprediksi puncak arus mudik akan terjadi dalam dua gelombang, yaitu tanggal 14-15 dan 18-19 Maret. Sementara itu, arus balik diprediksi memuncak pada tanggal 24-25 dan 28-29 Maret.

“Berdasarkan prediksi ini, kami bersama stakeholder lainnya telah mempersiapkan personel. Kemudian, penempatan posko secara matang,” ujar Faizal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....