Menhub Tekankan Empat Faktor Penentu Sukses Angkutan Lebaran 2026

  • 25 Feb 2026 15:13 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menekankan empat faktor utama yang menjadi penentu keberhasilan angkutan Lebaran 2026. Hal tersebut disampaikan Menhub saat Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026.

“Keselamatan dan keamanan adalah prioritas utama. Kita harus melakukan langkah antisipatif dan mitigatif untuk meminimalkan risiko kecelakaan maupun gangguan keamanan,” kata Dudy Purwagandhi saat memberikan sambutan di kantor Kemenhub, Jakarta, Rabu, 25 Februari 2026.

Selain aspek keselamatan, Dudy menekankan pentingnya perhatian terhadap detail dalam setiap tahapan persiapan. Menurut Menhub, penyelenggaraan angkutan Lebaran yang rutin dilakukan setiap tahun tidak boleh membuat seluruh pihak lengah.

“Walaupun ini tradisi tahunan dan sudah sering kita laksanakan, hal-hal kecil tetap harus menjadi perhatian. Jangan sampai kita meremehkan detail yang justru bisa berdampak besar,” ucap Menhub.

Ia juga menyoroti pentingnya sinergi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam menyukseskan angkutan Lebaran 2026. Dudy menyebut koordinasi yang solid menjadi kunci kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026.

“Dengan koordinasi yang solid dan sinergi kuat antar seluruh pemangku kepentingan, saya berharap penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun ini berjalan dengan baik. Cuaca ekstrem dan bencana bisa terjadi kapan saja dan berpotensi mengganggu transportasi,” ucap Dudy menegaskan.

Sementara, Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) mulai mematangkan strategi pengamanan transportasi menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Langkah antisipatif ini ditandai dengan digelarnya Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapan Pengamanan Transportasi Arus Mudik Dan Balik Periode Idulfitri 1447 H Tahun 2026.

Asdep Koordinasi Penanganan Konflik dan Keamanan Transportasi, Yade Setiawan Ujung, menyebut lonjakan mobilitas Lebaran penggerak ekonomi nasional signifikan. Namun, besarnya volume pergerakan ini membawa risiko keamanan dan keselamatan yang tinggi jika tidak dikelola dengan kebijakan yang presisi.

“Kita memahami bersama libur hari raya Idulfitri merupakan momentum meningkatnya mobilitas masyarakat dikarenakan tradisi mudik dan silaturahmi ke kampung halaman. Pergerakkan masyarakat tersebut juga berdampak pada peningkatan aktifitas ekonomi secara besar-besaran,” kata Ujung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....