Mendag dan Menhub Jamin Stabilitas Pangan serta Keamanan Mudik Lebaran
- 25 Feb 2026 00:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perdagangan dan Menteri Perhubungan menjamin stabilitas pasokan bahan pokok serta keamanan mudik lebaran 2026. Pernyataan tersebut disampaikan saat memantau sarana transportasi di Loko Cafe Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa, 24 Februari 2026.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan ketersediaan kebutuhan pokok nasional menjelang lebaran akan tetap berada pada batas aman. Pemerintah juga berkomitmen menjaga kelancaran arus lalu lintas mudik antarprovinsi agar masyarakat merasa nyaman dalam menempuh perjalanan pulang.
"Harga barang-barang relatif stabil, pasokan terjaga. Memang ada mungkin daerah tertentu yang harganya naik di atas HET atau sama dengan HET tapi di daerah lain juga banyak yang sama dengan atau di bawah HET," ujar Menteri Perdagangan Budi Santoso.
Kemendag terus memantau pergerakan harga melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) di tingkat nasional. Sebagian besar komoditas bahan pangan pokok saat ini masih terkendali sesuai aturan Harga Eceran Tertinggi (HET) dari pemerintah.
Sementara, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menginstruksikan percepatan perbaikan sarana jalan utama pada jalur Pantai Utara menjelang mudik mendatang. Perbaikan jalan rusak tersebut ditargetkan tuntas seluruhnya sebelum masyarakat memulai perjalanan liburan ke kampung halaman.
"Kami sudah berkoordinasi nanti dengan persiapan Lebaran. Kita minta supaya jalan-jalan yang nanti akan dilalui para pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua dapat diperbaiki dan dari Kementerian PU menjanjikan bahwa paling lambat itu H-10 itu sudah selesai perbaikannya di jalan Pantura, jalan-jalan yang akan dilalui oleh para pemudik yang menggunakan sepeda motor," ujar Dudy Purwagandhi.
Pemerintah juga menyediakan stimulus khusus berupa pengurangan biaya operasional di lingkungan bandar udara nasional untuk membantu maskapai. Langkah kebijakan ini bertujuan agar harga tiket pesawat lebih terjangkau bagi pemudik tanpa membebani keuangan dari perusahaan penerbangan.
"Pemerintah memberikan keringanan pajak ya kemudian juga biaya untuk handling di airport, PJP4U segala macam dan juga avtur. Jadi itu semua itu adalah stimulus yang diberikan oleh pemerintah bukan oleh airlines," ujar Dudy Purwagandhi.
Pihaknya juga berkolaborasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) untuk memfasilitasi penggunaan rumah ibadah sebagai lokasi beristirahat sementara. Masjid di sepanjang rute perjalanan disediakan guna mendukung ibadah sekaligus menjadi sarana relaksasi.
"Kita kerja sama dengan Kemenag sebagai upaya kita supaya khususnya pengendara kendaraan roda dua tidak terlalu memaksakan diri dalam perjalanannya. Kalau ada masjid, kita siapkan masjid supaya mereka bisa menggunakan masjid sebagai tempat istirahat, juga mampir beribadah ya dan juga untuk beristirahat," ujar Dudy.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....